Home Nanggroe Perkosa Anak SMP di Dalam Mobil, Empat Pemuda Diringkus

Perkosa Anak SMP di Dalam Mobil, Empat Pemuda Diringkus

1294
0
SHARE

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrim Um) Kombes Pol Nurfallah mendengar keterangan tiga dari empat pelaku pemerkosaan pelajar SMP yang yang ditangkap oleh personel Ditreskrimum Polda Aceh sehari setelah korban membuat laporan ke Unit PPA Ditreskrimum Polda Aceh, Selasa 3 Mei 2016 lalu. Foto Direkam Kamis (12/5). SERAMBI/MISRAN ASRI
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrim Um) Kombes Pol Nurfallah mendengar keterangan tiga dari empat pelaku pemerkosaan pelajar SMP yang yang ditangkap oleh personel Ditreskrimum Polda Aceh sehari setelah korban membuat laporan ke Unit PPA Ditreskrimum Polda Aceh, Selasa 3 Mei 2016 lalu. Foto Direkam Kamis (12/5). SERAMBI/MISRAN ASRI

ATJEHCYBER.com – Personel Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh menangkap empat tersangka pemerkosa seorang siswi sebuah SMP di Kota Banda Aceh, sebut saja namanya Nuri (15), Senin (2/5) lalu.

Tindakan asusila itu dilakukan tiga dari empat tersangka di dalam mobil Toyota Kijang biru BL 388 AY saat mobil terus melaju. Adegan itu bahkan mereka foto dan videokan, lalu mereka sebar ke rekan-rekannya.

Keempat tersangka yang telah ditangkap personel Ditreskrimum Polda Aceh itu masing-masing berinisial HS (19) dan SH (23). Keduanya warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Dua orang lainnya warga Kota Banda Aceh, yakni IG (26), warga Kecamatan Baiturrahman dan TQ (20), warga Kecamatan Ulee Kareng.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrim Um) Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah, dalam konferensi pers Kamis kemarin mengatakan, perkosaan yang dialami Nuri terjadi 2 Mei 2016 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kejahatan itu disutradarai HS yang akhirnya ditangkap oleh personel Satuan Reskrim Polres Sabang di Kota Sabang, Rabu (11/5) malam.

Menurut Dirreskrim Umum Polda Aceh ini, HS merupakan dalang dari pemerkosaan yang menimpa Nuri. “HS sakit hati pada korban karena cintanya ditolak, sehingga HS merancang untuk memperkosa korban dengan melibatkan tiga temannya, yakni SH, IG, dan TQ,” sebut Kombes Nurfallah.

Tersangka HS, lanjut Nurfallah, Senin (2/5) sekitar pukul 11.00 WIB menjemput Nuri dari rumahnya menggunakan sepeda motor Yamaha Fino BL 3996 JK miliknya. HS berdalih ingin mengajak Nuri ngopi. Karena Nuri merasa mengenal pelaku, sehingga ia tak menaruh curiga saat HS mengajaknya.

Namun, kenyataannya HS tak membawa Nuri ke warung kopi seperti dijanjikan, melainkan membawa remaja putri itu ke salah satu bengkel di kawasan Kecamatan Luengbata, Banda Aceh.

Tak berselang lama HS dan Nuri berada di bengkel itu, sebuah mobil Kijang biru yang dikemudikan SH dan ditumpangi IG dan TQ mampir ke bengkel. “HS langsung memaksa korban masuk ke dalam mobil itu dan ia lihat sudah ada tiga pria di dalam mobil. Karena merasa terancam, korban pun naik ke mobil itu,” sebut Kombes Nurfallah.

Mobil Kijang itu pun mengarah ke Jalan Banda Aceh-Meulaboh. Pas saat memasuki kawasan Lhoknga, tersangka HS, IG, dan IQ mulai memaksa korban membuka pakaiannya, sehingga pemerkosaan itu pun terjadi dalam kondisi mobil berjalan.

Korban berusaha melawan dan meronta, kata Kombes Nurfallah, tapi karena diancam tersangka akan dibuang ke jalan, sehingga ia pasrah.

Dari keempat tersangka, kata Nurfallah, hanya SH yang tak melakukan pemerkosaan. Ia hanya menggerayangi tubuh remaja belia itu. Pun demikian, HS tetap diproses. “Parahnya lagi saat tersangka melakukan tindak asusilanya, HS selaku otak pelaku mengabadikannya dengan memfoto dan merekam ketika adeganperkosaan itu dia lakukan bersama rekan-rekannya,” sebut Kombes Nurfallah.

Anehnya, foto dan video itu kini telah beredar dalam lingkup terbatas di kalangan rekan-rekan tersangka.

Menurut Kombes Nurfallah, setelah puas melakukan aksi bersama teman-temannya, HS mengantar pulang Nuri kembali ke rumahnya.

Korban yang bingung menghadapi kejadian yang menimpanya alhasil menceritakan hal itu kepada seorang mahasiswi yang ia kenal. Esoknya, Selasa (3/5) kasus pemerkosaan itu pun dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Aceh.

“Sehari setelah kasus itu dilaporkan, lalu pada Selasa malam, 3 Mei, ketiga tersangka kita ringkus, masing-masing IG, TQ, dan SH. Sedangkan tersangka utamanya, yakni HS, berada di Sabang dan telah ditangkap di sana pada Rabu, 11 Mei malam. Ia dibawa pulang dari Sabang dan kini telah dibawa di Polda Aceh,” ungkap Nurfallah.

Keempat tersangka, kata Nurfallah, dibidik dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Mereka juga dibidik dengan pasal pornografi, karena telah merekam dan menyebarluaskan perbuatan asusila tersebut.

Sementara itu, Polres Lhokseumawe menangkap pria berinisial Ma (22) di rumahnya, Kamis (12/5) dini hari, karena diduga mencabuli remaja putri yang masih berumur 15 tahun di sebuah rumah kos di “Kota Petrodolar” itu. Aksi ini dilakukan setelah mereka pesta sabu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE menyebutkan, pada Kamis (5/5) sekitar pukul 19.30 WIB korban bersama teman wanitanya pergi ke Terminal Labi-labi Lhokseumawe. Di sana mereka bertemu seorang teman pria.

Lalu teman pria itu mengajak ke rumah seorang temannya lagi. Tak lama berada di rumah temannya itu, korban dan teman wanitanya dibawa ke rumah kos yang di sana ada Ma. Di kamar kos, mereka pun pesta sabu: dua wanita, tiga pria. “Bahkan saat stok sabu sudah habis, sempat dicarikan lagi untuk mereka isap lagi,” ujar Kasat Reksrim.

Menjelang dini hari, korban dibawa Ma ke kamar terpisah. Di sana tersangka meminta korban memijat kepalanya. Tak lama kemudian, korban mengaku lemas sehingga rebah di kasur. “Saat itulah pakaian korban dibuka paksa dan tersangka menodainya. Korban mengaku sempat melakukan perlawanan, tapi kalah kuat,” papar AKP Yasir.

Kasus ini akhirnya bermuara ke polisi, setelah pada Senin (9/5) pagi, ayah korban melihat anaknya lemas. Saat ditanya, korban menceritakan apa yang dialaminya di kamar kos tersangka. “Orang tuanya langsung melaporkan kejadian itu ke kami,” ujar Yasir.

Setelah menerima laporan orang tua korban, penyidik langsung memeriksa korban. Kemudian, tersangka ditangkap. “Kini dia sudah kita tahan untuk pengusutan lebih lanjut,” demikian AKP Yasir. (mir/bah/Harian Serambi Indonesia)