Home Nanggroe Pidie Jaya Peringati 13 Tahun Meninggalnya Tengku Abdullah Syafiie

Pidie Jaya Peringati 13 Tahun Meninggalnya Tengku Abdullah Syafiie

463
0
SHARE

Almarhum Tengku Abdullah Syafiie. @Dok
Almarhum Tengku Abdullah Syafiie. @Dok

Atjehcyber.com – Pemerintah Pidie Jaya menggelar zikir akbar, kenduri raya, dan santunan untuk anak yatim, di lokasi makam Tengku Abdullah Syafi’ie, mantan Panglima GAM, di Blang Sukon, Bandar Baru, Pidie Jaya, Kamis, 22 Januari 2015. Untuk diketahui, Tengku Abdullah Syafi’ie atau Teungku Lah meninggal dunia pada 22 Januari 2002, tepatnya 13 tahun silam.

“Zikir akbar, kenduri dan santunan anak yatim yang kita adakan hari ini dalam rangka memperingati Maulid Rasulullah sekaligus mengenang 13 tahun wafatnya Teungku Lah,” kata Bupati Pidie Jaya, Tengku Aiyub kepada Atjehpost.co lewat telpon seluler tadi pukul 15.00 Wib.

“Kita mengundang sekitar 5.000 tamu baik dari Pidie Jaya, Pidie, dan Banda Aceh. Dan 3.200 KK di antaranya merupakan anak yatim di Pidie Jaya,” ujar Bupati Pidie Jaya yang merupakan kader Partai Aceh.

Turut hadir Wakil Ketua KPA/PA Pusat Abu Razak, anggota DPRA dari PA Abdullah Saleh dan Tengku Harun, Bupati Pidie Sarjani, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

“Kita juga mengundang 1.200 jamaah zikir akbar dari Pidie Jaya. Dan tadi malam telah dilaksanakan samadiyah yang dihadiri masyarakat dari berbagai gampong di Kecamatan Bandar Baru,” ujar Tengku Aiyub.

Pada acara memperingati Maulid Rasulullah dan 13 tahun meninggalnya Tengku Lah itu, Tengku Aiyub mengajak semua masyarakat Pidie Jaya tetap menjaga situasi aman dan damai agar pemerintah dapat membangun daerah ini lebih maju.

“Kita berusaha dan berdoa untuk kebaikan Pidie Jaya,” katanya.

Selesai acara kenduri di lokasi makam Tengku Lah, Bupati Pidie Jaya kemudian menerima tamu di rumahnya di Gampong Kayee Jatoe, Cubo Baroh, tidak jauh dari Gampong Blang Sukon.

“Sampai sekarang masih banyak tamu yang datang ke rumah saya. Tamu-tamu yang tidak sempat menikmati kenduri di lokasi acara tadi, kita sediakan di rumah ini,” ujar Tengku Aiyub.[]