stat counter Polda Minta Para Korban Nova Melapor | Aceh Online Magazine

Polda Minta Para Korban Nova Melapor

nova-mastura

ATJEHCYBER.com – Kasus investasi bodong alias ilegal yang dilakoni Nova Mastura (25), hingga kini belum ada titik temu penyelesaiannya. Dari ratusan korban Nova belum banyak yang melapor ke polisi atau menempuh jalur hukum. Itu sebab, pihak Polda Aceh mengimbau para korban untuk melapor, sehingga cukup alasan untuk memproses kasus ini secara projustisia.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan yang ditanyai Serambi, Minggu (30/10), meminta masyarakat yang telah menjadi korban dari bisnis investasi Nova, agar segera melapor ke polisi dan merincikan kerugian yang dialami masing-masing korban. “Melaporlah ke polisi, agar kasus ini bisa diselesaikan,” ujar Goenawan.

Jika memang enggan melapor, lanjut Geonawan, opsi yang bisa ditempuh adalah penyelesaian baik-baik secara individual. “Coba minta kembali (kepada Nova -red) mungkin ada iktikad baik dari dirinya untuk melunasi uang tersebut. Kedua, harus sabar menunggu, mungkin yang bersangkutan (Nova) akan melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikannya,” ujar Goenawan.

Kalau kedua hal itu tidak ingin dilakukan, lanjut Goenawan, satu-satunya cara adalah menempuh jalur hukum dengan cara membuat laporan kepada polisi, agar kasus itu memenuhi unsur dan memiliki alat bukti yang cukup kuat. “Tapi tolong diingat, kalau masyarkat juga enggan melapor, polisi tetap saja proaktif dengan membuat laporan polisi model A, sebagai dasar hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Polisi, kata Goenawan, dalam kasus ini mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap Nova dengan menginvestigasi berbagai segmen, terutama dampak dari masyarakat atau nasabah yang sudah telanjur menyerahkan uangnya untuk dikelola Nova, si bos investasi bodong. “Polisi tidak akan diam, kita tetap akan menyelidiki kasus ini,” ujarnya.

Untuk kasus ini, Kombes Pol Goenawan juga meminta semua pihak yang pernah dirugikan Nova agar tidak melakukan cara-cara anarkis untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Ia tetap menyarankan agar kasus itu diselesaikan secara baik-baik antara pihak yang dirugikan dengan Nova. Selain itu, pihak yang dirugikan pun bisa segera menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak kepolisian.

“Yang penting jangan mengancam, menculik, dan tindakan anarkis lainnya. Kita ingatkan, jangan lakukan tindakan yang melanggar hukum, sehingga menjadi kontraproduktif. Kasus ini awalnya kan saling percaya dan sesuai dengan kesepakatan, ketika sudah terjadi titik jenuh, jangan pula melakukan tindakan yang melanggar hukum,” pungkas Goenawan.

Menurut Nova Mastura saat diwawancarai Serambi seperti diberitakan kemarin, hanya empat laporan yang masuk ke pihak kepolisian saat bisnis investasi bodongnya itu mulai goyang dan berada di ambang kehancuran. Selebihnya, mereka memilih untuk menyelesaikan secara individual dengan Nova, karena jika diproses secara hukum akan sulit uang para nasabah itu kembali, dan dikhawatirkan para nasabah akan ikut terseret dalam penyelesaian kasus, bahkan bisa jadi mereka yang akan dipersalahkan.

Sejak menekuni bisnis ala Skema Ponzi ini sejak 2015, Nova sudah menghimpun dana dari para down line-nya sebesar Rp 18 miliar. Tapi belakangan ini Nova tak mampu lagi mengembalikan simpanan pokok plus keuntungan berlipat ganda seperti yang ia janjikan semula, karena ia mengalami kelebihan beban kewajiban yang harus disetor kepada para “nasabah”nya. (dan/SerambiNews)