Home Nanggroe Polisi Aceh Barat Keroyok Seorang Mahasiswa Hingga Babak Belur

Polisi Aceh Barat Keroyok Seorang Mahasiswa Hingga Babak Belur

314
0
SHARE

Mahasiswa korban pemukulan anggota Polres Aceh Barat. SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Mahasiswa korban pemukulan anggota Polres Aceh Barat. SERAMBINEWS.COM/RIZWAN

Ginanda Agustian (23), warga Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (3/5/2015) sore sekitar pukul 17.30 WIB terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat.  Ginanda yang berstatus mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Medan itu dihajar oleh rombongan polisi dari Polres Aceh Barat diperkirakan sekitar 8 orang.

Informasi diperoleh Serambinews.com, sore tadi, Ginanda sedang duduk bersama sejumlah warga di warung Tiga Saudara di Seuneubok, Meulaboh. Tiba-tiba sekitar 8 anggota polisi yang sebagian berpakaian dinas mendatangi korban langsung menghajarnya hingga kepalanya berdarah. Selain memukul, rombongan polisi itu menghajar korban dengan sejumlah meja dan kursi di warung tempat kejadian perkara juga jadi sasaran oknumpolisi muda yang diduga masih baru bertugas di Polres tersebut.

Upaya meredam pengeroyokan oleh polisi terhadap korban sempat dilakukan oleh sejumlah warga di warung tersebut. Namun tidak membuahkan hasil apalagi menurut informasi di antara pelaku sempat mengeluarkan pistol.

Setelah puas menghajar oknum polisi itu langsung meninggalkan lokasi. Sementara warga setempat langsung melarikan korban ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Di rumah sakit korban yang merupakan anak yatim piatu itu terpaksa dijahit delapan kali jahitan di kepala bagian kiri.

Patani, paman Ginanda mengaku keluarga tidak menerima terhadap pemukulan keponakannya tersebut, apalagi Ginanda merupakan anak yatim piatu yang selama ini kuliah di Medan, tetapi karena tidak ada biaya terpaksa pulang lagi ke Meulaboh.

Sedang Diselidiki

Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai SIK ditanyaiSerambinews.com mengatakan, dirinya sudah memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kasus ini termasuk sudah meminta Wakapolres segera turun.

“Akan kita cek dulu di lapangan terhadap laporan itu. Namun kalau terbukti kasus itu dilakukan anggota saya tentunya akan diberikan sanksi,” katanya.