stat counter Polisi Ciduk Pencuri di Kompleks RSUZA | Aceh Online Magazine

Polisi Ciduk Pencuri di Kompleks RSUZA

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Supriadi (dua dari kanan) didampingi Kasubnit II Pidana Umum Ipda Mahfud Musady menunjukkan barang bukti (BB) di hadapan tersangka, Sabtu (10/1). SERAMBI/MISRAN ASRI

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Supriadi (dua dari kanan) didampingi Kasubnit II Pidana Umum Ipda Mahfud Musady menunjukkan barang bukti (BB) di hadapan tersangka, Sabtu (10/1). SERAMBI/MISRAN ASRI

Atjehcyber.com – Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh, menciduk FR (35) warga Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (9/1) malam. FR yang berprofesi sebagai sopir labi-labi, ditangkap karena mencuri di rumah Muhammad Jafar (46), di Jalan Kakap, Kompleks RSUZA Banda Aceh, Rabu 31 Desember 2014.

FR ditangkap di rumah kontrakannya di Gampong Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa barang-barang milik korban dan uang sebesar Rp 15 juta.

Uang yang dicuri sebanyak Rp 17 juta, namun yang tersisa hanya Rp 15 juta. Belakangan diketahui uang tersebut adalah dana sumbangan masjid yang dipegang oleh Muhammad Jafar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SSTMK SH, didampingi Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH, mengatakan, saat penangkapan FR malam itu, juga ada seorang temannya berinisial JS (23), asal Jawa Tengah. Tapi karena FR yang menjadi target saat itu, JS dibiarkan pulang.

“Saat itu, anggota melihat JS membuang sesuatu di luar rumah. Lalu karena curiga, anggota memastikannya. Ternyata yang dibuang oleh JS adalah ganja. Dan hari Sabtu sekitar jam 5 pagi JS berhasil ditangkap,” kata Supriadi, kepada Serambi, Sabtu (10/1).

Ia menjelaskan, JS tidak terlibat langsung dalam pencurian di Kompleks RSUZA. Tapi JS adalah perantara yang membeli ganja untuk FR. “JS langsung kami serahkan penanganan kasusnya ke Sat narkoba. Sementara FR, di samping ditangani oleh Reskrim juga ditangani Sat narkoba terkait kepemilikin ganja,” ujar Supriadi.

Supriadi menyebutkan, penangkapan FR dan JS dipimpin Kasubnit II Unit Pidum Ipda Mahfud Musady SE dan Kasubnit II Unit V Jatanras Aipda M Rizal bersama seluruh tim. “Penangkapan Faisal, berawal dari penangkapan warga lainnya berinisial Ar, di  Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, yang membeli barang curian berupa dua unit hp dari FR.

Hasil penyidikan polisi, ternyata hp milik korban Muhammad Jafar, ada pada Ar. Berawal dari pengakuan Ar itulah, polisi menemukan titik terang tentang pelaku pencurian di Kompleks RSUZA. “Meski Faisal mengaku baru satu kali mencuri, tapi kami curiga dia telah melakukan aksi ini berulang kali,” demikian Supriadi.

Sementara FR kepada Serambi mengaku mencuri karena butuh uang untuk membayar sewa kontrakannya, dan untuk memenuhi hasratnya karena kecanduan judi online. Ia mengaku mulai terlibat judi online sekitar 8 bulan lalu. Karena terus-terusan kalah, muncul niatnya untuk mencuri di rumah-rumah warga.

Salah satu rumah yang ia ‘survei’ adalah rumah Muhammad Jafar. Saat itu, rumah tersebut terlihat kosong, dan ada bagian jendela yang terbuka. Ia pun nekat mencuri di rumah itu, apalagi sudah tiga bulan FR mengaku tidak lagi menjalani profesinya sebagai sopir labi-labi.

“Ini yang pertama saya mencuri. Ini pun karena saya sudah kecanduan judi online dan terdesak membayar sewa rumah di Punge. Judi online yang sering saya taruhan itu rata-rata Rp 250 ribu sekali main dan paling banyak Rp 400 ribu. Karena saya sudah kecanduan, dan terdesak kontrakan, sehingga saya terpikir untuk mencuri,” ujar FR.

Ia juga mengakui dari uang yang dicuri dari rumah Muhammad Jafar, digunakan untuk menampung sepeda motor Satria F yang digadaikan seorang rekannya. Kini kendaraan roda dua itu juga sudah diamankan di Polresta Banda Aceh.

You must be logged in to post a comment Login