stat counter Polisi Gerebek Rumah Produksi Narkoba di Neusu | Aceh Online Magazine

Polisi Gerebek Rumah Produksi Narkoba di Neusu

Tersangka Shofyan (tengah) di Polresta Banda Aceh. (c) Atjehpost.co

Tersangka Shofyan (tengah) di Polresta Banda Aceh. (c) Atjehpost.co

Atjehcyber.com – Reserse dari Polresta Banda Aceh menggerebek sebuah rumah di Jalan Merak, Lr Jeumpa, Desa Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, tadi malam.

Dari rumah ini, polisi menciduk tersangka Shofyan (52) dicokok polisi pada pukul 20:15 WIB. “Tersangka saat ini masih berstatus napi di LP Lambaro, Aceh Besar.

Ia minta izin kembali ke rumahnya dengan alasan menjenguk keluarganya yang sakit,” ujar Kapolres Banda Aceh melalui kasat narkoba Polresta Banda Aceh, Kompol Nazril,SH kepada Atjehpost.co di ruang kerjanya, Selasa dinihari, 13 Januari 2015.

Ia menuturkan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait di  rumah kontrakannya dijadikan sebagai tempat produksi narkoba jenis sabu. “Pelaku merupakan titipan dari LP Nusakambangan, Jakarta. ia baru dipindahkan ke Aceh pada awal 2013 lalu dan telah menjalani hukuman selama 5 tahun dari vonis sebelumnya 18 tahun,” ujarnya lagi.

Selain tersangka, polisi menyita 8 gelas beker pastik berisi sabu-sabu cair, 2 sendok, 1 unit kompor listrik, 3 selang plastik, 3 jerigen merek bimoli berisi methanol, dan 4 timba plastik. “Bahan bakunya dikirim oleh temannya dari jakarta. Pelaku termasuk jaringan antar provinsi dan sekaligus membuka home industry di rumahnya,” ujarnya lagi.

Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli ini berlangsung singkat. Petugas langsung manahan tersangka  dan istri serta seorang anaknya laki-laki yang masih remaja. Saat dilakukan penangkapan, Shofyan sedang membuat sabu-sabu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli mengatakan, Sofyan sudah lama diincar oleh petugas atas informasi dari warga. Tersangka mengaku men gambil bahan baku dari saudara sepupunya di Jakarta. Sepupunya juga merupakan seorang pengedar ke Bandar Lampung.

Menurut pengakuannya, bahan baku dan alat pembuat sabu rumahan ini dibeli seharga Rp 50 juta. Dari alat ini, dia bolang bisa menghasilkan sabu-sabu 1 ons dalam jangka waktu 1 minggu seharga Rp 75 juta. Ia menyebut nama Bunyamin yang kini mendekam dalam Penjara Nusakambangan sebagai orang yang meminjamkan uang untuk modalnya. Sedangkan modal untuk membuat sabu ini sebesar Rp 10 juta, dipinjam dari rekannya, Bunyamin yang sedang mendekam di penjara Nusa Kembangan.

You must be logged in to post a comment Login