stat counter Polres Aceh Tamiang Sita Narkoba Senilai Rp 85 Miliar | Aceh Online Magazine

Polres Aceh Tamiang Sita Narkoba Senilai Rp 85 Miliar

ilustrasi-sabu

Atjehcyber.com – Aparat Satuan Narkotika dan Obat Berbahaya Kepolisian Resor (Sat narkoba Polres) Aceh Tamiang kembali menyita 11 kg sabu-sabu dan 140.000 butir pil ekstasi, Kamis (22/1) yang disembunyikan pelaku dalam ban serap dan tangki minyak truk intercooler BK 9056 BU yang diamankan, Minggu (18/1) lalu.

Temuan barang haram itu merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, saat Polres Aceh Tamiang, Minggu, menangkap sopir truk tersebut bernama Bakhtiar Joni alias Joni bin M Sabil (38), warga Dusun Simpang Proyek, Desa Bukit Seraja, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Ia ditangkap di Km 5 Kuala Langsa karena kedapatan membawa 6,1 kg sabu-sabu dan 30.000 butir ekstasi.

Dengan demikian, dalam kasus berantai ini total narkoba yang berhasil disita polisi dari tersangka mencapai 17,1 kg sabu-sabu dan 170.000 pil ekstasi. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai Rp 85 miliar.

Barang haram itu berasal dari luar negeri yang rencananya akan dipasarkan tersangka ke Medan dan Jakarta.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Dicky Sondani SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Ferdian Chandra kepada Serambi, Jumat (23/1) mengatakan, ditemukannya lagi sabu-sabu dan pil ekstasi itu didasarkan atas kecurigaannya yang tidak yakin truk sebesar itu hanya membawa 6 kg sabu dan 30.000 pil ekstasi. Lalu ia perintahkan Sat narkoba untuk menggeledah ulang truk tersebut.

Apalagi Kapolres sudah mendapati ada beberapa bekas las yang tak lazim di salah satu tangki minyak truk itu. Ban serapnya pun terlihat bersih, bentuknya bahkan tidak seperti berisi angin.

“Setelah dibelah menggunakan las, ternyata salah satu tangki bensin truk itu berisi sabu-sabu seberat 11 kg dan ekstasi. Begitu juga di ban ditemukan pil ekstasi 140.000 butir,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sebut Kapolres, pil ekstasi itu sediakan akan diedarkan ke Medan, sedangkan sabu-sabu dipasarkan ke Jakarta, tepatnya di Kompleks Palem Indah Cengkareng.

Tersangka juga mengaku sudah lima kali ke Jakarta dan diperkirakan barang haram itu sudah berkali-kali lolos dari Aceh ke Jawa. Kapolres menduga, tersangka merupakan pengedar jaringan internasional.

Saat ini, kata Kapolres, mafia narkoba menjadikan Aceh sebagai tempat transit narkoba asal luar, baik asal dari Cina maupun Malaysia. “Kita sedang pantau beberapa orang yang dicurigai yang berhubungan dengan tersangka,” ujar Kapolres.

Menurutnya, bandar besar yang dikejar saat ini bermukim di Medan. “Tapi dengan tangkapan ini kita telah menyelamatkan hampir 200.000 orang dari bahaya narkoba,” kata Kapolres.

Ia terangkan, saat ini modus penyelundupan narkoba tidak lagi menggunakan kendaraan roda dua, melainkan truk berkelas, termasuk truk pengangkut sayur. “Maka perlu kewaspadaan petugas di jalan lintas utara. Karena akses Belawan ditutup, mereka kini menggunakan Aceh sebagai lokasi transit, mengingat banyak pelabuhan tikus yang kurang terawasi lantaran kurangnya personel Polisi Air dan TNI-AL di Aceh,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memblokir rekening bank tersangka yang tergolong rekening gendut.

Sebelumnya, aparat Polres Aceh Tamiang men gamankan Bakhtiar Joni, sopir intercooler BK 9056 BU, warga Desa Bukit Seraja, Kecamatan Julok, Aceh Timur, di Km 5 Kuala Langsa. Saat itu ia kedapatan membawa 6,1 kg sabu-sabu dan 30.000 butir ekstasi.

Barang haram tersebut rencananya hendak dipasok ke Medan, lewat pembeli bernama Akiong, warga keturunan Tionghoa.

Bawa sabu
Sementara itu dari Nagan Raya dilaporkan, Tgk A yang merupakan Ketua Satgas Partai Aceh (PA) Wilayah Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (22/1) lalu ditangkap aparat kepolisian dari Mapolda Aceh di sebuah kawasan di Kabupaten Nagan Raya. Diduga, penangkapan itu terkait kasus narkoba yang melibatkan mantan kombatan GAM tersebut.

Sumber terpercaya di Nagan Raya, Jumat (23/1) kemarin mengatakan, Tgk A ditangkap setelah polisi menguntitnya dari Meulaboh ke Nagan Raya. Bahkan polisi berhasil men gamankan 50 gram lebih sabu-sabu dari tangan pria yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya ini.

Selain menangkap Tgk A, tim dari Mapolda Aceh juga berhasil menangkap lima tersangka lainnya yang diduga terlibat kasus serupa dan merupakan jaringan Tgk A. Setelah ditangkap di Nagan Raya, Tgk A ditahan sementara di sel Mapolres Nagan sambil polisi menangkap lima pelaku lainnya. Tapi Jumat siang, kelima pelaku sudah diangkut ke Mapolda Aceh di Banda Aceh, sehingga Serambi belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari para tersangka.

Dalam catatan Serambi, Tgk A pernah berseteru dengan relawan Satgas Front Pembela Tanah Air (PeTA) Aceh Barat beberapa waktu lalu.

You must be logged in to post a comment Login