stat counter Polres Pidie Bongkar Pemalsuan Ijazah di Universitas Jabal Ghafur | Aceh Online Magazine

Polres Pidie Bongkar Pemalsuan Ijazah di Universitas Jabal Ghafur

Ilustrasi ijazah palsu

Ilustrasi ijazah palsu

Atjehcyber.com – Satuan Reskrim Polres Pidie membongkar kasus pemalsuan ijazah Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Gle Gapui Sigli, yang dilakukan secara berantai dan melibatkan para PNS di daerah itu. Ijazah yang dipalsukan itu digunakan untuk kenaikan pangkat dan golongan PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Pidie. Dari keterangan saksi, polisi menetapkan empat tersangka berstatus PNS diduga terlibat pemalsuan ijazah dan ditahan di Mapolres Pidie.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP P Harahap SH, kepada Serambi, Rabu (19/8) mengatakan, terbongkar kasus pemalsuan ijazah Unigha Sigli, berawal dari laporan bahwa MS yang bekerja sebagai staf Kantor Camat Tangse, diduga menggunakan ijazah S1 Sarjana Ilmu Sosial (SSos) palsu. Dari hasil pengecekan ke kampus Unigha Sigli secara online, polisi menemukan nomor akreditasi yang tertera di lembaran ijazah dikeluarkan pada tanggal 28 Februari 2013 ternyata tidak terdaftar di Badan Akriditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ijazah tersebut dibubuhi tandatangan Rektor Unigha, Prof Dr Bansu Irianto Ansari Mpd. AKP P Harahap manambahkan, transkrip nilai S-1 Sarja Ilmu Sosial pada Fakultas Ilmu Adminitrasi Negara dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,07 juga ditandangani Prof Dr Bansu Irianto Ansari MPd.

“ Satu lembar ijazah dan satu rangkap tanskrip nilai atas nama MS yang dijadikan sebagai barang bukti dan telah kami amankan. Laporan mantan Rektor Unigha Sigli, Prof Dr Bansu Irianto Ansari MPd, bahwa tandatangannya yang tertera di ijazah dan transkrip nilai telah dipalsukan oleh oknum yang menerbitkan ijazah tersebut,” kata P Harahap.

Dikatakan, MS ditetapkan tersangka bersama JSI dan BAB pada, Jumat (14/8) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah ketiganya diperiksa secara meraton. Pada hari tersebut JSI dan BAB dijebloskan ke dalam sel Mapolres Pidie. Sementara MS ditangguhkan penahanan karena tersangka hamil dua bulan. Sementara US ditahan polisi sejak, Minggu (16/8) sekitar pukul 15.35 WIB. “Ditetapkan sebagai tersangka sekaligus dilakukan penahanan keempat tersangka, karena setelah adanya alat bukti ijazah dan transkrip nilai dan serta didukung keterangan saksi. Kedua alat bukti tersebut akan kami kirimkan ke pusat laboratorium kriminal (puslabkrim) di Medan,” jelasnya.

Perbuatan tersangka dibidik pasal 263 ayat 2 jo pasal 264 ayat 1 ke-1e jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 56 KUHP tentang pemalsuan surat authentiek dengan ancaman hukuman penjara enam hingga delapan tahun.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP P Harahap mengatakan, MS menerima ijazah dan transkip nilai untuk kenaikan golongan II ke golongan III. Dari pengembangan tersangka MS, terkuak tiga tersangka berstatus PNS yang bertugas sebagai perantara. Ketiga tersangkan dalam mengurus ijazah dan transkrip nilai memperoleh sejumlah uang. “Kita belum mengetahui besaran fee yang diterima ketiga tersangka yang mengurus ijazah dan transkrip nilai untuk kenaikan pangkat MS. Karena kasus tersebut masih dalam penanganan penyidik Sat Reskrim Polres Pidie,” katanya.(naz)

You must be logged in to post a comment Login