stat counter Polres Tamiang Tangkap Pembawa 6,1 Kg Sabu | Aceh Online Magazine

Polres Tamiang Tangkap Pembawa 6,1 Kg Sabu

70sabu-sabu

Atjehcyber.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tamiang mengamankan sopir intercooler BK 9056 BU atas nama Bahtiar Joni alias Joni bin M Sabil (38), warga Dusun Simpang Proyek, Desa Bukit Seraja, Kecamatan Julok, Aceh Timur, di Km 5 Kuala Langsa, Kamis (15/1). Saat itu, ia tertangkap tangan mengangkut narkoba jenis sabu-sabu seberat 6,1 kg plus 30.000 butir pil ekstasi.

Barang haram itu diduga diselundupkan dari luar negeri dan rencananya hendak diantar tersangka ke Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), kepada pembelinya, Akiong, warga keturunan Tionghoa.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Dicky Sondani SIK MH didampingi Kasat Narkoba Iptu Ferdian Chandra dan sejumlah perwira polres dalam konferensi pers di Sat narkoba Polres Aceh Tamiang, Senin (19/1) kemarin mengatakan, pada Kamis (15/1) lalu, personel Sat narkoba Polres Aceh Tamiang mendapat informasi dari warga bahwa akan ada transaksi besar sabu-sabu dan ekstasi dari Aceh ke Medan. Tapi siapa pelakunya tak diketahui.

“Informasi yang kita terima itu cukup minim. Tapi belakangan masuk lagi info tambahan bahwa pelaku menggunakan mobil truk intercooler boks warna putih dengan nomor pelat BK 9056 BU dari arah Medan menuju Aceh,” ujar Kapolres.

Sejak mendapat informasi itu, satu tim polisi langsung dikerahkan di perbatasan Aceh-Sumut menunggu truk tersebut muncul. Penantian itu akhirnya terjawab ketika Jumat (16/1) pukul 07.00 WIB truk yang menjadi target operasi polisi melintas dari arah Medan menuju Banda Aceh.

Truk itu diikuti personel Satres Narkoba hingga berhenti di sebuah rumah. Ternyata itu rumah sang sopir, di Desa Bukit Seraja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. “Sejak pulang ke rumah, Jumat (16/1), pelaku tak pernah bergerak naik mobil intercooler-nya, melainkan ke luar sendiri tanpa kendaraan. Namun, gerak-geriknya terus kita pantau selama dua hari,” tambah Kapolres.

Pada Minggu (18/1) sekira pukul 17.00 WIB, sopir truk itu mengemudikan truknya menuju Medan. Lagi-lagi diikuti polisi. Begitu dekat SPBU Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, tersangka berhenti di Bayeun Keude (dekat SPBU), Kecamatan Rantau Selamat, dan menjumpai seseorang. Tapi ia cuma mengambil boks fiber ikan warna putih dari orang tersebut, lalu dia masukkan ke dalam truk.

Selanjutnya ia kembali melanjutkan perjalanan menuju Medan. Tapi pukul 23.00 WIB ketika berada di persimpangan jalan Kuala Langsa, ia arahkan mobilnya menuju Pelabuhan Langsa hingga terpisah dengan tim penguntit sejauh 5 kilometer.

Khawatir pelaku hilang dari pantauan, Tim Satres Narkoba pun langsung menghentikan laju truk itu digeledah. Hasilnya, didapat delapan paket besar sabu-sabu dan enam paket besar pil ekstasi yang jumlahnya 30.000 butir. “Barang haram tersebut dia sembunyikan di dalam tas di bawah tempat duduk sopir serap,” ungkap Kapolres. Saat ini tersangka bersama barang bukti narkoba yang ia bawa diamankan di Mapolres Aceh Tamiang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polres Aceh Tamiang, Iptu Ferdian Chandra menduga narkoba berupa sabu dan ekstasi itu dipasok dari luar negeri melalui “pelabuhan tikus” (dermaga kecil dan tak resmi) di pesisir Aceh. Pengkuan tersangka, narkoba tersebut diantar oleh pengemudi boat setelah dibungkus dengan kertas koran bertulisan Cina. Bungkusan plastiknya pun berhuruf Mandarin. “Beberapa bungkusan sabu-sabu tulisannya sama dengan temuan BNN sebelumnya, yakni ditemukan dalam bungkusan teh berhuruf Cina,” ujarnya.

Dari tersangka, polisi menahan sejumlah barang bukti, berupa: satu unit truk intercooler Mitsubishi warna putih BK 9056 BU, delapan paket sabu ukuran seberat 6.147,04 gram (6,1 kg), dan enam paket besar pil ekstasi berjumlah 30.000 butir. Disita juga sebuah tas sandang warna hitam, sebuah handphone merek Iphone 4 warna loreng cokelat, dan sebuah handphone Nokia warna hitam.

Saat diinterogasi Kapolres, tersangka mengatakan, 15 hari lalu seseorang menyetop dia yang sedang naik truk di Sungai Raya dan menawarkan pekerjaan. Job baru tersebut justru membawa sabu-sabu dari Aceh ke Kota Medan dengan ongkos Rp 150 juta per trip.

Sesampainya di Medan, mobil intercooler itu diminta untuk diparkir di Galon Makro tanpa mengunci pintu. Nanti, akan datang seseorang mengambil barang (sabu) dan uang ongkos ditransfer ke rekening BRI milik tersangka yang telah diambil pemilik sabu.

“Saya nggak tahu orang yang menunggu di Medan. Tapi dia orang Cina, namanya Akiong dan saya baru kali ini mebawa sabu karena tergiur upah besar,” ujar tersangka.

You must be logged in to post a comment Login