stat counter Prihatin, 47 Anak Di Pidie Menderita Gizi Buruk | Aceh Online Magazine

Prihatin, 47 Anak Di Pidie Menderita Gizi Buruk

PIDI

AtjehCyber.com | Sigli – Sepanjang 2014 hingga 2015, terdapat sebanyak 47 anak di Pidie masih bergizi buruk. Bahkan, seorang di antaranya, M Jamil, anak pasangan Hasballah/Fatimah asal Reubee, Kecamatan Delima meninggal. Sedangkan jumlah penderita gizi buruk paling tinggi di Kecamatan Pidie dan Tangse masing-masing sembilan orang.


Demikian data yang diperoleh Serambi di Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie. Informasi dihimpun koran ini dalam sepekan terakhir dari sejumlah sumber di Dinkes Pidie, bantuan makanan pengganti Air Susu Ibu (MP ASI) untuk anak gizi buruk di danai tahun 2014 menumpuk di gudang. “Penyaluran MP ASI terkendala biaya distribusi,” kata seorang sumber.

Sebelumnya, Sekretaris Dinkes Pidie, Samsul Rijan yang dimintai tanggapan oleh Serambi soal gizi buruk itu terkesan menolak dijumpai. Semula dia mengatakan Kabid membidangi persoalan ini ada bersamanya ikut takziah, tapi belakangan dikatanya sudah ke Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pidie, drg Mohm Riza Faisal MARS melalui pesan singkat disampaikan ke Kabag Humas Setdakab Pidie mengatakan, bantuan MP ASI untuk anak gizi buruk tahun 2014 sudah disalurkan.

Sedangkan seorang Kepala Puskesmas yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bantuan MP ASI tahun 2014 baru disalurkan pada, 8 Januari 2015. Padahal semestinya disalur pada 2014. Jenis bantuan itu adalah susu ibu hamil (bumil) Mom 75 kotak, susu Lagtogen 90 kotak, Cerelac bubur bayi 295 kotak, biskuit Marie 125 bungkus.

Secara terpisah, seorang orang tua yang anaknya menderita gizi buruk di Kecamatan Pidie, mengakui ada beberapa macam MP ASI yang mereka terima, antara lain satu sak beras, susu, telor, bubur, dan beberapa lainnya. “Beras diberikan tak layak pakai karena sudah berkutu, bahkan ada karung beras diganti label merek salah satu kilang padi produksi Kecamatan Tangse,” kata orang tua penderita gizi buruk yang namanya enggan disebutkan.

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah mengakui kecewa terhadap hal ini, menurutnya jika benar bahwa MP ASI untuk anak gizi buruk belum disalur karena terkendala biaya angkut, maka semestinya pihak dinas bisa berinisiatif mengkoordinasi hal ini, misalnya diambil oleh pihak puskesmas menggunakan ambulans setiap kecamatan.

“Saya memang belum dapat laporan soal gizi buruk itu, tetapi saya segera panggil Kadiskes Pidie untuk memintai keterangannya terhadap dugaan lambanya mendistribusikan MP ASI. Ini persoalan serius. Tidak boleh anak-anak penderita gizi buruk lamban ditangani,” kata Sarjani ketika dikonfirmasi Serambi kemarin. Selain bisa dijemput menggunakan ambulans, kata Sarjani, jika alasan MP ASI itu belum didistribusikan karena ketiadaan dana, seharusnya bantuan itu juga bisa diambil keuchik maupun bisang masing-masing. (aya)

Sumber : SerambiNews

You must be logged in to post a comment Login