stat counter Project Manager Hyundai: Kami Akui Salah | Aceh Online Magazine

Project Manager Hyundai: Kami Akui Salah

Project Manager Hyundai E & C, Mr Kim Do Gyoon (kanan) menyerahkan dokumen komitmen damai pihak Hyundai kepada Mukim Silihnara, Ramli MA, Kamis (15/1). Bupati Aceh Tengah Ir H Nasaruddin MM serta unsur Forkopimda Aceh Tengah lainnya turut menyaksikan di perdamaian di Kampung Bies, Silihnara, Aceh Tengah.SERAMBI/GUNAWAN

Project Manager Hyundai E & C, Mr Kim Do Gyoon (kanan) menyerahkan dokumen komitmen damai pihak Hyundai kepada Mukim Silihnara, Ramli MA, Kamis (15/1). Bupati Aceh Tengah Ir H Nasaruddin MM serta unsur Forkopimda Aceh Tengah lainnya turut menyaksikan di perdamaian di Kampung Bies, Silihnara, Aceh Tengah.SERAMBI/GUNAWAN

Atjehcyber.com – PT Hyundai asal Korea Selatan yang menjadi rekanan pelaksana Proyek PLTA Peusangan akhirnya mengakui kesalahan atas insiden penghentian peringatan Maulid di Bius Baru, Kecamatan Silih Nara yang berujung pada pengrusakan kantor Hyundai. Permintaan maaf juga disampaikan Hyundai dalam kesepakatan damai berisi tujuh poin.

Perdamaian kedua pihak dimediasi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Ir H Nasaruddin MM di Bius Baru, Kamis (15/1). Ketua MPU Aceh Tengah Tgk H Razali Irsyad besama Kapolres AKBP Dodi Rahmawan dan Kasdim 0106 Mayor Inf Muzammiel. Dari masyarakat, diwakili Reje Burni Bies, Yusni.

Forkopimda menuju lokasi proyek PT Hyundai, tempat pelaksanaan prosesi perdamaian dengan ditandai penandatanganan tujuh poin kesepakatan. Sehingga, kondisi di desa yang semula tegang, kini berangsur membaik, bahkan aktivitas kantor yang sempat terhenti sementara, mulai kembali aktif seperti biasa.

Acara dihadiri puluhan pegawai perusahaan dan ratusan warga yang diawali dengan kata sambutan Ketua MPU Aceh Tengah, kemudian penyampaian dari perwakilan masyarakat. “Kami berharap, hubungan masyarakat dengan pihak PLTA bisa dibenahi, bahkan lebih erat lagi, tetapi warga dan perusahaan juga perlu saling memahami kondisi masing masing,” ujar Yusni.

Berikutnya secara beurutan, Kasdim 0106 Aceh Tengah, Mayor Inf Muzammiel serta Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan menyampaikan pengarahan kepada masyarakat. Selanjutnya, Kapolres menawarkan kepada warga untuk menghadirkan Project Manager Hyundai E & C, Mr Kim Do Gyoon.

Namun warga meminta terlebih dahulu adanya poin-poin komitmen yang harus dinyatakan secara lisan dan tertulis oleh pihak Hyundai secara terbuka. Akhirnya, setelah melalui dengar pendapat dan pembahasan yang alot, ditetapkan tujuh poin yang harus dilaksanakan Hyundai, baru kemudian pimpinan Hyundai dibawa bertemu dengan warga.

“Kami mengakui kesalahan yang telah diperbuat oleh karyawan Hyundai, tetapi kami berjanji akan berbuat yang terbaik, tanpa mengurangi rasa kebersamaan dengan masyarakat dan saling menghormati,” ujar Mr Kim. Baca: (Larang Gunakan Pengeras Suara saat Maulid, Warga Rusak Kantor PT Hyundai)

Pertemuan tersebut melahirkan komitmen dari pihak Hyundai yang turut disaksikan oleh Mukim, lima Reje di sekitar lokasi proyek Hyundai. Acara juga dihadiri  Manager proyek PLTA, unsur mahasiswa dan diketahui oleh unsur Forkopimda, serta PETA Aceh Tengah.

Seperti dilansir sebelumnya, ratusan warga Kampung Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (13/1) sekira pukul 12.00 WIB, menyerbu Kantor Hyundai, perusahaan asal Korea yang sedang mengerjakan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pesangan 1 dan 2. Begitu sampai, warga men gamuk dan merusak kantor Hyundai, sehingga sebagian kantor itu rusak. Kacanya pun banyak yang pecah.

You must be logged in to post a comment Login