Home Nanggroe Puluhan Babi Tewas Digempur Pasukan Letbui

Puluhan Babi Tewas Digempur Pasukan Letbui

610
0
SHARE

Pasukan pemburu babi asal Gampong Alue Keumiki Kecamatan Ulim, Pidie Jaya dan dari Batee Gelengku Kecamatan jeunib, Bireuen, Minggu (17/1) berhasil membunuh berlasan ekor babi di sejumlah gampong di Kecamatan Meurahdua. Pasukan let bui saat istirahat.SERAMBI/ABDULLAH GANI
Pasukan pemburu babi asal Gampong Alue Keumiki Kecamatan Ulim, Pidie Jaya dan dari Batee Gelengku Kecamatan jeunib, Bireuen, Minggu (17/1) berhasil membunuh berlasan ekor babi di sejumlah gampong di Kecamatan Meurahdua. Pasukan let bui saat istirahat.SERAMBI/ABDULLAH GANI

AtjehCyber.com – Pasukan letbui (pemburu babi-red) asal Alue Keumiki, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya dan Batee Gelungku, Kecamatan Pandrah, Bireuen, menggempur kawasan Pante Beureune, Kecamatan Meurahdua Minggu (17/1). Pada aksi yang kedua kalinya itu, 15 ekor babi mati dibunuh.

Sementara pada Minggu pekan lalu, babi yang tewas mencapai 52 ekor.  Selain di Pidie Jaya, “Kelompok Sampoh Pegleh” yang dipimpin Abral (25), juga menjelajahi sejumlah kabupaten termasuk Aceh Besar. Aksi mereka mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kehadiran pasukan letbui ke Pante Beureune, kata Abrar, atas undangan masyarakat setempat. Sebab, keberadaan babi di sana cukup meresahkan masyarakat.

Selain mengganggu pertanaman, babi juga ikut memangsa ternak piaraan warga, khususnya unggas (ayam, itik, bebek dan sejenisnya).

Abral mengakui, upah yang mereka terima jauh lebih kecil dibanding tenaga dan risiko yang dihadapi. Tapi, karena rasa sosial dan keperihatinan terhadap musibah yang dialami masyarakat serta petani, pasukan letbui dari dua kecamatan yang berjumlah 50 orang tersebut, terpanggil untuk membantu.

Pasukan mulai bergerak ke hutan pukul 08.00 WIB,  setelah sebelumnya para pemburu diarahkan pada apel singkat menyangkut medan yang akan dijelajahi. Dengan mengepung empat arah angin, babi dalam hutan lari cot ikue (tunggang langgang-red).

Helmi, koordinator kegiatan tersebut, mengatakan pada Kamis (14/1) lalu, tim ini membunuh 52 ekor babi. Sementara kemarin, 15 ekor babi dibunuh. Jumlah keseluruhan sudah 67 ekor babi diekskusi.

Selain Pante Beureune, lokasi pemburuan juga menyebar hingga ke beberapa desa lain seperti Jurong Teupin Pukat, Meunasah Mancang, Dayah Usen, Beuringen, serta Dayah Kruet. Kegiatan serupa diupayakan berlanjut.

Helmi mengatakan, dengan adanya upaya pemburuan babi, selain menyelamatkan tanaman masyarakat, ternak peliharaan warga seperti ayam, itik, bahkan kambing sekali pun, dapat diselamatkan. Selama ini, ternak unggas sering menjadi makanan empuk binatang bertaring dan jenis tanaman apa pun yang diusahakan warga ludes digerogoti.

Menurut Helmi, untuk mengandalkan swadaya masyarakat jelas tidak mungkin bisa berkelanjutan. Sebab, untuk sekali kegiatan, setidaknya harus dialokasi anggaran sekitar Rp 2 juta. Karena itu, masyarakat mengharapkan perhatian dinas terkait. “Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah menyangkut soal babi yang sering mengancam kehidupan perekonomian warga,” kata Helmi.(ag)

Harian Prohaba