stat counter Ratusan Sopir Demo Polsek Syiah Kuala | Aceh Online Magazine

Ratusan Sopir Demo Polsek Syiah Kuala

Ratusan sopir mopen L300 jurusan barat-selatan Aceh berdemo di depan Mapolsek Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (7/2)

Ratusan sopir mopen L300 jurusan barat-selatan Aceh berdemo di depan Mapolsek Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (7/2)

AtjehCyber.com | Banda Aceh – Ratusan sopir mobil penumpang (mopen) L-300 berdemo di depan Mapolsek Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (7/2) pagi hingga siang. Pendemo meminta polisi melepaskan enam sopir mopen L-300 jurusan barat-selatan Aceh yang ditahan di mapolsek itu. Para sopir itu juga meminta polisi menertibkan mobil pribadi yang selama ini mengangkut penumpang umum di lintasan barat-selatan itu.

Amatan Serambi, kemarin, para sopir memarkirkan ratusan unit mobil L-300 di depan mapolsek tersebut. Ketua DPC Organda Kota Banda Aceh, Azhari Usman mengatakan, demo itu dilakukan karena Polsek Syiah Kuala menahan enam sopir L-300 trayek barat-selatan sejak Sabtu (7/2) dini hari.

Menurut Azhari, keenam sopir itu ditahan dengan diambil KTP-nya, karena terlibat keributan antara sopir mobil rental Kijang Innova plat hitam BL 800 EM di kawasan Simpang Mesra, Banda Aceh, Jumat (6/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Ekses dari keributan itu, katanya, enam sopir mopen L-300 ditahan. “Enam orang sopir mopen L300 ditahan KTP-nya, sehingga mereka terpaksa bertahan beberapa jam di mapolsek,” kata Azhari.

Azhari didampingi sopir L-300, M Jamal menceritakan, pada Jumat (6/2) pagi, M Hamid yang merupakan sopir L-300 di CV Monika Tour bersama tiga penumpang sedang meluncur dari Meulaboh menuju Banda Aceh. Di kawasan Aceh Jaya, katanya, Kijang Innova tersebut menyalip mopen yang dikemudikan Hamid, sehingga  mobil yang dikemudikan M Hamid oleng. Hamid pun membalas aksi sopir Kijang Innova itu.

Aksi saling salip itu terus terjadi hingga tiba di Terminal Calang. Setelah kedua mobil itu berhenti, kata Jamal, mereka turun dan terjadi keributan dan saling ancam antar Hamid dan sopir Kijang Innova. Paskakeributan itu, kata Azhari, kedua mobil itu melanjutkan perjalan dan tiba di Banda Aceh sekitar pukul 23.00 WIB.

Lalu, beberapa sopir L-300 mencari keberadaan Kijang Innova tersebut, dan mereka bertemu di Simpang Mesra. Saat itu terjadi lagi keributan antara Hamid dan sopir kijang, sementara teman dari sopir kijang melapor ke Polsek Syiah Kuala. “Setelah itu, ke enam sopir L-300 disita KTP-nya,” kata Azhari.

Petugas Polsek Syiah Kuala, siang kemarin, akhirnya melepas enam sopir L-300 akhirnya dan mengembailkan KTP-nya sekitar pukul 13.00 WIB, setelah berdamai dengan dua sopir Kijang Innova BL 800 EM.

Di sisi lain, Ketua DPC Organda Banda Aceh, Azhari Usman, mengatakan Pemerintah Aceh harus tegas melarang mobil rental mengangkut penumpang umum. Bila tidak diantisipasi, dikwatirkan akan terjadi  keributan lagi antara sopir L-300 dan sopir mobil rental plat hitam. Saat ini, katanya, puluhan mobil rental plat hitam melayani angkutan penumpang jurusan pantai barat-selatan Aceh, sehingga  jumlah penumpang mopen L-300 berkurang drastis.

Seorang sopir L-300 trayek barat-selatan, M Jamal, mengatakan, selama ini mobil plat hitam seenaknya saja mengangkut penumpang umum. Ia mengatakan, jika tidak ditertibkan, ia bersama sopir L-300 lainnya akan kembali merazia mobil pribadi yang mengangkut penumpang umum, di Lhoknga atau Leupung, Aceh Besar, seperti yang pernah dilakukan beberapa bulan lalu.

“Kalau kijang plat hitam itu ingin mengangkut penumpang umum, sebaiknya mereka bergabung saja dengan perusahaan angkutan yang sudah ada, dan harus menggunakan plat kuning,” kata M Jamal yang didukung oleh Ketua DPC Organda Banda Aceh, Azhari Usman.

Sumber : SerambiNews

You must be logged in to post a comment Login