stat counter Remaja Bireuen Terlibat Pembunuhan Janda Sawang | Aceh Online Magazine

Remaja Bireuen Terlibat Pembunuhan Janda Sawang

150615102pembunuhan-pisau

ATJEHCYBER.com – Berdasarkan hasil penelusuran penyidik Polres Lhokseumawe, ternyata seorang remaja pria berumur 15 tahun asal Bireuen diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Maryani (42), janda asal Dusun Ara Silo, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (22/3) malam. Saat ditemukan, korban mengalami luka tusuk di punggung dan luka bekas hantaman batu di wajahnya.

Meski remaja tersebut bukan pelaku utama dan tidak terlibat mengeksekusi korban, tapi dia berada di lokasi dan melihat langsung saat korban dieksekusi. Ia bahkan ikut membuang sandal korban dari badan jalan ke sebuah kebun cokelat (kakao) untuk mengaburkan lokasi korban dieksekusi.

“Anak itu melihat dari awal hingga pelaku utama selesai mengeksekusi korban. Dia sudah kita amankan di mapolres beberapa jam setelah kita temukan mayat korban,” ungkap Kapolres Lhokseumawe, AKPB Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, Jumat (25/3).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, tersangka utama yang namanya sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO), nekat membunuh karena marah gara-gara korban menceritakan kepada orang lain bahwa tersangka utama punya utang emas padanya.

Pembunuhan itu, menurut AKP Yasir, cukup terencana. Pada Senin (21/3) sore, korban dan tersangka utama sempat bertemu di rumah orang tua anak laki-laki berumur 15 tahun tersebut. Rumah tersebut selama ini dijadikan tempat tinggal tersangka utama yang berasal dari Aceh Barat Daya (Abdya) itu.

Disebutkan juga, korban dan tersangka utama posisinya sedang marahan, saling tak berbicara. Selanjutnya, korban pulang menuju Kecamatan Sawang. Ia sempat singgah di rumah Ibrahim, juga warga Sawang. Tak lama kemudian, tersangka utama bersama bocah 15 tahun itu juga tiba di rumah Ibrahim.

Menjelang shalat Isya, kedua tersangka minta izin kepada Ibrahim hendak pulang ke Bireuen. Tapi ternyata mereka menuju ke Dusun Ara Silo dengan maksud menunggu korban melintas.

Dalam perjalanan, tersangka sempat singgah di tempat penjual mie caluek (mi khas Pidie -red) dan memesan sepiring mi. “Saat baru dipesan, tiba-tiba korban lewat, sehingga tersangka utama tak jadi memesan mi dan langsung mengejar korban,” ujar AKP Yasir.

Saat mengejar korban, remaja Bireuen yang mengendarai sepeda motor (sepmor), sedangkan tersangka utama dibonceng. Sesampai di lokasi kejadian, mereka bertemu.

Tersangka utama langsung turun dari sepmor. Baju yang dia pakai dibukanya, langsung dililitkan ke leher korban yang sedang mengendarai sepmor dengan kecepatan lambat, karena jalan berbatu.  “Dijerat” tersangka pakai bajunya, korban pun terjatuh. Lalu tersangka menusuk tubuh korban dengan pisau yang sengaja ia bawa. Setelah itu, wajah korban dihantamnya menggunakan batu hingga tewas di tempat.

Saat polisi menemukan jasad korban pada Selasa (22/3) sekitar pukul 05.30 WIB, tas, dompet, dan kalung emas korban tak ditemukan di lokasi. “Tapi tersangka utamanya kini masih diburu, sekalipun ia lari ke luar Kota Lhokseumawe,” pungkas AKP Yasir.

Diberitakan sebelumnya, Maryani (42), janda asal Dusun Ara Silo, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ditemukan tewas di kebun cokelat desa setempat, Selasa (22/3) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban mengalami luka tusuk di punggung dan luka bekas hantaman benda keras di wajah. Berdasarkan informasi si remaja 15 tahun itu, pelaku memang berkali-kali memukul wajah korban dengan batu, selain menusuk punggung korban dengan pisau tajam. (bah/Harian Serambi Indonesia)