stat counter Satpol PP dan WH Perketat Pengawasan Game Online | Aceh Online Magazine

Satpol PP dan WH Perketat Pengawasan Game Online

paket-internet-unlimited-game-online

Atjehcyber.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Aceh bertekad akan lebih memperketat pengawasan terhadap game online yang disediakan di berbagai warung internet (warnet) di seantero Aceh.

Selain pengawasan rutin yang dilakukan tiap tiga hari dalam seminggu, Satpol PP & WH juga melakukan pengawasan serta penertiban warnet pada hari Sabtu. Lembaga ini juga siap menerima laporan masyarakat untuk langsung ditanggapi dengan datang ke warnet yang dilaporkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasatpol PP dan WH Aceh, Drs Alhudri MM kepada Serambi, Rabu (21/1), menanggapi liputan eksklusif Serambi yang dipublikasi Senin (19/1) berjudul Game Online Racuni Anak Aceh.

“Masyarakat juga dapat melapor langsung ke Satpol PP dan WH yang ada di kabupaten/kota masing-masing apabila ditemukan warnet-warnet yang menyediakan game online. Atau warga menemukan ada anak-anak yang bolos sekolah dan nongkrong di warnet,” ujarnya.

Selain itu, laporan juga dapat disampaikan ke Komandan Operasi (Danops) Satpol PP dan WH Aceh, Syafruddin, di nomor 082361201379 untuk segera ditindaklanjuti. “Namun, kita harap masyarakat dapat memberikan informasi yang benar agar waktu para petugas juga tidak terbuang percuma saat datang ke lapangan,” imbuh Alhudri.

Menurut Alhudri, pemilik warnet yang menyediakan game online akan diperiksa kelengkapan administrasinya. Apabila tidak ada izin, maka warnet tersebut akan ditutup. Sementara bagi pelajar yang ditemui di tempat warnet akan dibina dan dikembalikan ke pihak sekolah dan keluarganya.

“Kita berharap ada dukungan dari semua pihak untuk sama-sama melindungi anak-anak dari imbas game online yang berdampak tidak baik bagi anak ini,” kata Alhudri.

Ia sebutkan, dalam hukum materiil memang belum ada sanksi khusus yang bisa dikenakan kepada siswa yang berada di warnet pada jam sekolah. Misalnya, sanksi penjara, badan, atau hukuman denda lainnya, maka yang bisa dilakukan terhadap mereka hanyalah diberi pembinaan.

Tapi terhadap pemilik warnet, tambahnya, berpeluang dikenai sanksi karena sebelum diberikan izin untuk membuka usaha para pemilik usaha harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan. Misalnya, tidak menyediakan game online saat jam sekolah dan lainnya.

“Apabila hal ini dilanggar, maka izin usahanya dicabut jika setelah ditegur beberapa kali, tapi tetap membandel. Maka dengan maraknya game online ini kita akan tingkatkan pengawasan. Semua sektor juga bisa ikut berperan seperti dinas pendidikan, dinas sosial, badan perlindungan anak, dan masyarakat,” demikian Alhudri.

You must be logged in to post a comment Login