stat counter Satpol PP Sita Nasi Bungkus di Toko Kelontong | Aceh Online Magazine

Satpol PP Sita Nasi Bungkus di Toko Kelontong

Petugas Satpol PP dan WH mengamankan nasi bungkus dan kue basah yang dijual secara ilegal dalam bulan Ramadhan di salah satu toko di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh, Jumat (24/6/2016). SERAMBI/M ANSHAR

Petugas Satpol PP dan WH men gamankan nasi bungkus dan kue basah yang dijual secara ilegal dalam bulan Ramadhan di salah satu toko di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh, Jumat (24/6/2016). SERAMBI/M ANSHAR

ATJEHCYBER.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh, Jumat (24/6) menggerebek sebuah toko kelontong di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh. Dari aksi itu, petugas menyita lima bungkus nasi dan tape ketan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di toko tersebut.

Nasi bungkus dan tape itu dipajang di atas rak toko tersebut. Pemilik toko tampak pasrah saat petugas mengangkut barang dagangannya. Kepada Serambi Lili pemilik toko mengaku hanya menjual nasi kepada pihak tertentu yang bera gama non muslim.

“Saya cuma membantu sales rokok dari Medan yang susah mendapat nasi di Banda Aceh, untuk orang lain saya tidak jual,” ujar Lili, dan mengaku menjual nasi bungkus selama Ramadhan, sedangkan kue basah termasuk tape biasa dijual saban hari.

Menurut Lili, dirinya ikhlas kue dagangannya disita karena telah menjadi larangan selama Ramadhan di Aceh. “Rata-rata kue basah tersebut milik orang yang dititip ke saya. Sedangkan nasi bungkus saya beli tiap pagi di pasar cina Peunayong,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi melalui Kasi Penegakan Perundang-undangan Peraturan dan Syariat Islam, Evendi A Latif mengatakan, pemilik usaha dipanggil ke kantor WH untuk dibina. Menurutnya, toko itu telah lama menjual makanan selama Ramadhan, namun baru diketahui saat ini.

Tutup Saat Shalat Tarawih
Pada bagian lain Kasi Penegakan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif mengatakan, pihaknya juga telah memanggil pemilik toko itu dan dia telah berjanji tidak mengulang lagi kesalahan seperti itu.

Selain itu kini petugas Satpol PP juga mengawasi mal serta pusat perbelanjaan lainnya, sehingga tidak buka ketika berlangsung shalat tarawih. “Jika ada pusat perbelanjaan yang melanggar jika akan ditindak,” tegas Evendi.(fit/Harian Serambi Indonesia)