stat counter Setelah Meulaboh, Kini Lhokseumawe Larang Konser Bergek | Aceh Online Magazine

Setelah Meulaboh, Kini Lhokseumawe Larang Konser Bergek

Pantia dan Event Organizer (EO) konser Adi Bergek temui polisi di ruang staf bag ops Polres Lhokseumawe, untuk membahas teknikal kegiatan acara, Kamis (7/4).

Pantia dan Event Organizer (EO) konser Adi Bergek temui polisi di ruang staf bag ops Polres Lhokseumawe, untuk membahas teknikal kegiatan acara, Kamis (7/4).

ATJEHCYBER.com – Sepertinya semakin sulit bagi Zuhdi alias Adi Bergek untuk manggung di Aceh. Setelah rencana konsernya di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, 3 April lalu ditolak ulama dan DPRK setempat, kini giliran Wali Kota Lhokseumawe, Kamis (7/4) mengeluarkan surat untuk membatalkan konser pelantun lagu Boh Hate Gadoh tersebut.

Konser itu sedianya akan berlangsung di Lapangan Bulog Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, 10 April 2016. Tapi, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kamis (7/4) mengeluarkan surat untuk membatalkannya.

Surat itu dikeluarkan Wali Kota Lhokseumawe menindaklanjuti hasil rapat unsur muspika, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Blang Mangat sehari sebelumnya yang menolak berlangsungnya konser Bergek di wilayah mereka, meski Bergek kelahiran Pantonlabu, Aceh Utara.

Sebelumnya, ketua panitia konser, Andi Masta, mengatakan telah mengantongi seluruh surat izin yang diperlukan untuk konser tersebut. Pihaknya bahkan berjanji, saat konser berlangsung nantinya tetap akan melaksanakan seluruh anjuran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat. Misalnya, akan memisah antara penonton pria dan wanita.

Tapi Wali Kota Suaidi Yahya punya alasan yang kuat menolak konser tersebut. Kepada Serambi kemarin, Suaidi mengatakan, ia minta agar konser Bergek dibatalkan, karena berbagai elemen masyarakat Blang Mangat sepakat melarang konser tersebut.

“Jadi, kita keluarkan surat larangan untuk menghindari berbagai kejadian yang tak diinginkan saat konser berlangsung. Apalagi sudah ada penolakan dari berbagai elemen masyarakat Blang Mangat,” ujarnya via telepon.

Suaidi berharap, dengan dibatalkannya konser tersebut bisa menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. “Kita harap semua pihak mendukung surat putusan kami ini,” pungkasnya.

Ketua Majelis Taklim Kecamatan Blang Mangat, Tgk Hasanuddin menyebutkan, rapat yang memutuskan penolakan terhadap konser Bergek itu digelar di kantor camat setempat, Rabu (6/4) sore.

Rapat dihadiri Muspika Blang Mangat, pimpinan pesantren, imum mukim, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Blang Mangat, perwakilan Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Lhokseumawe, termasuk utusan Front Pembela Islam (FPI) Aceh.

Dalam rapat itu semua pihak yang hadir menyimpulkan untuk menolak konser Bergek. Alasan penolakan, karena pihak Majelis Taklim maupun Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Blang Mangat menilai konser tersebut tidak sesuai dengan Qanun Syariat Islam. “Juga kita takutkan nantinya saat konser berlangsung akan terjadi pelanggaran syariat di sana,” ujar Tgk Hasanuddin.

Menurutnya, hasil rapat tersebut juga telah diberitahukan kepada Wali Kota Lhokseumawe beserta unsur Muspida Lhokseumawe. “Larangan konser di Blang Mangat pastinya bukan untuk Bergek saja, tapi juga untuk konser-konser lainnya,” pungkas Tgk Hasanuddin.

Pantauan Serambi, panitia konser sejak beberapa hari lalu mulai memasang sejumlah baliho dan spanduk yang menginformasikan akan berlangsung konser Bergek di Blang Mangat pada Minggu malam lusa. Baliho pun ditempatkan di sejumlah lokasi yang strategis di Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, konser penyanyi Aceh yang namanya sedang melambung itu juga akan berlangsung di Lapangan Cut Nyak Dhien, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, pada Minggu (3/4). Tapi konser itu dibatalkan karena DPRK dan kalangan ulama setempat melarang pementasan Bergek.

Kesepakatan melarang konser Bergek tersebut dicapai pada pertemuan DPRK Aceh Barat dan ulama di Gedung DPRK di Meulaboh, Rabu (30/3) sore. Agendanya adalah membahas tuntutan pimpinan pesantren di Aceh Barat yang keberatanBergek menggelar konser di wilayahnya. (bah/Harian Serambi Indonesia)