stat counter Sopir Truk Batu Bara Kritis Ditebas | Aceh Online Magazine

Sopir Truk Batu Bara Kritis Ditebas

Atjehcyber.com – Nurhakim (45), warga Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (13/2) sekitar pukul 16.30 WIB, terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat. Pria tersebut kritis ditebas dengan pedang, sejenak korban yang sopir truk batu bara itu terlibat cekcok dengan Teuku Murliadi (37), warga Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan yang juga berprofesi sopir truk batu bara.

Berdasarkan keterangan diperoleh, Jumat (13/2) korban dan Murliadi selaku sopir truk batu bara sedang melansir batu bara milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang sedang bongkar di Pelabuhan Jetty Suak Indrapuri Meulaboh. Batu bara itu akan dibawa ke PLTU di Suak Puntong, Nagan Raya.

Belum diketahui persis siapa memulai, keduanya terlibat cekcok di lokasi pelabuhan yang menurut keterangan mereka ribut soal siapa antrean duluan yang akan diisi batu bara dari tongkang guna dibawa ke PLTU.

Cekcok itu ternyata berbuntut panjang, sehingga Murliadi men gambil sebilah pedang yang disimpan di truknya dan langsung menebas Nurhakim sehingga korban mengalami luka kritis di bagian bahu kiri. Korban cepat dilerai oleh sejumlah sopir truk batu bara lainnya yang juga antrean di lokasi pelabuhan. Kecuali itu, aparat kepolisian dari Polisi Air Polres, prajurit TNI AL dan Syahbandar yang tak jauh dari lokasi tersebut juga dengan cepat memberikan pertolongan kepada korban. Sementara pelaku Murliadi yang sudah menebas Nurhakim langsung melarikan diri.

Namun sekitar satu jam kemudian, Murliadi berhasil dicokok oleh personel Polres Aceh Barat di kawasan jalan di Lapang, Meulaboh. “Tersangka kita tangkap setelah kita lakukan pengejaran,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai melalui Kasat Reskrim, AKP Haris Kurniawan didampingi Kanit Resmob, Bripka Yudha.

Dikatakannya, kasus pembacokan ini masih didalami termasuk sudah men gamankan barang bukti sebilah pedang milik pelaku. Sedangkan korban hingga kini masih dalam penanganan medis di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, karena pada bagian bahu korban harus dijahit. “Dari keterangan sementara diperoleh, pelaku dan korban cekcok. Mereka disebut-sebut ribut soal siapa dulu atrean yang akan mengangkut batu bara,” jelas Yudha.

You must be logged in to post a comment Login