stat counter Suplai Air PDAM untuk Pelanggan Akan Terganggu | Aceh Online Magazine

Suplai Air PDAM untuk Pelanggan Akan Terganggu

menyambung-pipa-induk

ATJEHCYBER.com – Sekitar 20 ribu pelanggan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, akan terganggu selama proses pembongkaran pipa induk PDAM di Jembatan Simpang Surabaya, Banda Aceh, guna melancarkan proyek Fly Over di kawasan itu. Proses pembongkaran dijadwalkan akan dimulai minggu depan.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub kepada Serambi, Minggu (30/10) mengatakan, selama pembongkaran tersebut suplai air bersih untuk sebagian warga Banda Aceh akan terganggu. Sebab, pipa yang dibongkar merupakan pipa utama yang menyuplai air sebesar 350 liter/detik untuk pelanggan.

“Dalam proses pembongkaran pipa utama ini kita tidak bisa menghindari dampak yang ditimbulkan, berupa terhenti suplai air kepada pelanggan yang mencakup sebagian Banda Aceh, hal itu demi kelancaran pengerjaan Fly Over,” ujar T Novizal Aiyub kemarin.

Menurutnya, proses pembongkaran pipa itu bisa saja akan memakan waktu selama 4 atau 5 hari. Namun jika nanti terjadi gangguan teknis saat pengerjaan, maka bisa memakan waktu hingga satu minggu. Ia merincikan, sejumlah kawasan yang terkena dampak pembongkaran meliputi wilayah Peunayong, Masjid Raya, Gampong Jawa, Lampaseh, Merduati, Peuniti, Seutui, Punge, dan Ulee Lheue. Ia menambahkan, menjelang pembongkaran nanti, pihak PDAM akan mengumumkan di media massa terkait kawasan yang terkena dampak.

“Saat pembongkaran pipa nantinya akan diumukan melalui media, sehingga warga bisa menampung air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya seraya menambahkan hingga kini kepastian jadwal pembongkaran pipa induk belum ada. Karena itu Ampon Yub mengaku kini senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Banda Aceh terkait kegiatan rencana pembongkaran utilitas PDAM itu.

Pada bagian lain Direktur PDAM Tirta Daroy itu juga mengatakan, pihaknya akan menyuplai air dengan mobil tangki ke sejumlah fasilitas publik, seperti masjid.

“Kalau untuk masjid nanti airnya akan disuplai dengan mobil tangki, agar aktivitas ibadah warga tidak terganggu. Sedangkan untuk rumah tangga tidak mungkin kita suplai dengan mobil tangki, karena jumlahnya yang sangat banyak,” ujar Ampon Yub.

Menurutnya, proses pembongkaran itu akan memindahkan pipa utama ke posisi yang baru. Sehingga tidak menghalangi pelebaran jalan dan jembatan di bawah Fly Over tersebut. (mun/SerambiNews)