stat counter Uang Makan Ganggu Persiraja | Aceh Online Magazine

Uang Makan Ganggu Persiraja

PELATIH Persiraja, Akhyar Ilyas disampingi Asisten Pelatih Wahyu AW memberi arahan kepada pemain dalam latihan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

PELATIH Persiraja, Akhyar Ilyas disampingi Asisten Pelatih Wahyu AW memberi arahan kepada pemain dalam latihan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

ATJEHCYBER.com – Persiraja sedang mempersiapkan diri menghadapi PSCS Cilacap, Jawa Tengah, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Jumat (24/10) malam. Tapi, fokus skuad Laskar Rencong terganggu akibat tunggakan gaji dan uang makan pemain selama dua bulan.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas kepada Serambi kemarin mengakui, para pemain mulai mengeluhkan tentang tunggakan gaji dan uang makan. Gaji dan uang makan yang tertunggak untuk jatah September dan Oktober. Kondisi ini sangat mengganggu konsentrasi pemain jelang menghadapi laga penting di kandang. “Faktor nonteknis ini sangat menganggu persiapan tim. Tapi wajar pemain mempertanyakan haknya,” ujar Akhyar yang biasa didampingi Asisten Pelatih, Wahyu AW.

Menurut Akhyar, persoalan gaji mungkin bisa ditolerir oleh pemain. Tapi tunggakan uang makan cukup merepotkan para pemain. Karena ini kebutuhan sehari-hari bagi pemain yang tak dapat bisa diabaikan. Pemain masih dapat bersabar dan memaklumi kalau gaji tertunggak. Namun, soal uang makan tak bisa berkompromi dengan perut setiap hari. “Ini berat bagi kita tim pelatih terkait dengan tunggakan uang makan pemain,” ujarnya.

Dikatakan Akhyar, walaupun kondisi ini belum tunda, pemain tetap berkomitmen untuk mempersiapkan diri menghadapi partai penting di kandang. Karena tampil di hadapan publik sendiri dan sedang berusaha mengejar kemenangan perdana. Pertandingan ini menyangkut dengan harga diri Lantak Laju untuk mempersembahkan kemenangan kepada pendukung sendiri. “Walaupun kondisi internal begini. Pemain sangat ingin meraih kemenangan dalam partai kandang,” ujarnya.

Diakui Akhyar, peluang lolos ke babak delapan besar belum tertutup di Grup A. Tapi butuh perjuangan untuk menjaga peluang tersebut. Meski target yang dibebankan terhadap tim tak sejauh ini, namun pemain tetap bermain maksimal dalam setiap laga. Keberhasilan Persiraja lolos sejauh ini menjadi bukti yang ditunjukan pemain. “Pemain sudah berusaha sejak awal. Sisa pertandingan ini juga akan berusaha demi hasil yang terbaik. Kita juga berharap manajemen dapat mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Ini merupakan pertandingan keempat Laskar Rencong dalam babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B 2016. Konsentrasi pemain untuk fokus menghadapi laga ini tak seperti yang diharapkan. Sebelumnya Persiraja sudah menuai tiga kekalahan beruntun. Diawali saat ditaklukkan tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor telak, 0-3, di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (2/10) sore.

Kemudian Persiraja menelan kekalahan kedua di kandang sendiri saat dipermalukan PSIM Yogyakarta di Stadion H Dimurthala, Jumat (7/10) malam. Kekalahan terakhir dialami Persiraja kandang Perssu Sumenep di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Jawa Timur, Minggu (16/10). Kekalahan beruntun ini membuat Persiraja menghuni juru kunci Grup A.

Asisten Persiraja, Wahyu AW secara terpisah mengatakan, semua pemain dalam kondisi fit setelah melakoni tiga laga di babak 16 besar. Bahkan para pemain Laskar Rencong tak menjalani hukuman akumulasi kartu. Ini berarti semua pemain dapat diturunkan menghadapi PSCS Cilacap. “Tak ada pemain yang ceidera dan akumulasi kartu. Semua dapat bermain melawan PSCS,” ujar Wahyu yang turut menyinggung dampak tunggakan gaji dan uang makan.

Terkait dengan kondisi Fadhil Ibrahim, Wahyu mengatakan, sudah menjalani operasi kedua dengan lancar, Senin (17/10). Tapi pemain asal Sabang ini belum dapat bergabung dengan tim. Karena butuh pemulihan sehingga dapat sembuh dengan sempurna. Fadhil termasuk salah satu andalan Persiraja yang ikut menyumbang empat gol dalam kompetisi ISC Seri B. “Fadhil sebenarnya sangat ingin main lagi, tapi dia butuh istirahat agar cepat pulih,” ujar Wahyu AW.(adi/SerambiNews)