Home Nanggroe Wanita Pencuri Sepmor di Kuta Alam Terekam CCTV

Wanita Pencuri Sepmor di Kuta Alam Terekam CCTV

332
0
SHARE

Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV

ATJEHCYBER.com – Alat perekam gambar Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang di luar Salon Kiki di Jalan Pocut Baren, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (27/7) sore berhasil merekam aksi pencurian sepeda motor. Pelaku diduga seorang wanita berambut sebatas bahu dan tidak memakai jilbab.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH mengatakan kejahatan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat korban Munawarsyah (24), warga Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, sedang berdiri di depan Salon Kiki. Tidak lama kemudian, terlihat seorang wanita tanpa mengenakan jilbab, berambut sebatas bahu, berpostur kurus dengan tinggi badan sekitar 146 cm mendekati korban.

“Dari pemeriksaan korban, dia mengaku begitu wanita tersebut mendekatinya, pelaku langsung meminta kunci Honda Scoopy FI miliknya dengan alasan dipinjam. Namun, permintaan itu ditolak. Tapi, entah kenapa, pada saat wanita itu kembali meminta kunci sepmornya untuk yang kedua kalinya, korban langsung memberikannya.

Padahal kata korban, antara dirinya dan wanita tersebut tidak saling kenal,” kata Supriadi, kepada Serambi, Selasa (28/7). Korban baru menyadari Honda Scoopy BL 4885 LAN miliknya telah berpindah tangan, setelah beberapa menit wanita tersebut berlalu meninggalkannya dalam kondisi terdiam di lokasi kejadian.

Menurut Supriadi, kejahatan pencurian sepmor yang dilakukan oleh wanita baru pertama kali terjadi tahun 2015. Selama ini, Satreskrim Polresta dan Polsek umumnya menangani kasus pencurian sepmor yang dilakukan pria dari berbagai usia.

“Kejahatan yang melibatkan wanita memang bukan sesuatu yang baru. Tapi, untuk Polresta dan semua kasus pencurian sepmor yang telah kami tangani dari tahun 2014 dan 2015, ini yang pertama dilakukan oleh seorang wanita,” ujar Supriadi. Pihaknya saat ini berupaya keras mengungkap kasus tersebut. Namun demikian Supriadi meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui Honda Scoopy FI warna hitam merah BL 4885 LAN, nomor rangka MH1JFG119DK176391 dan nomor mesin JFG1E1177258 dapat melaporkan ke Polsek terdekat. “Dari gambar rekaman CCTV yang kini ada pada kami, sepintas wajah wanita tersebut terlihat jelas dengan ciri fisiknya seperti wanita. Semoga bisa bisa terungkap dalam waktu dekat ini,” pungkas Supriadi.

Kompol Supriadi menyebutkan dari pengakuan dan hasil pemeriksaan, korban diduga dihipnotis oleh pelaku. Hal ini diperkuat karena keduanya tidak saling kenal. Sehingga, tidak ada alasan bagi korban untuk memberi motornya kepada pelaku. “Besar dugaan korban dihipnotis. Tapi, apapun motif dibalik kejahatan itu, sejauh ini masih dalam penyelidikan kami,” demikian Supriadi.

Sementara itu kasus serupa juga terjadi pada Zakaria alias Ayah Kenon (46), warga Jalan Seulawah, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (26/7) pagi. Ayah Kenon menceritakan musibah yang menimpa dirinya itu terjadi di Jalan T Umar, sekitar Taman Budaya Aceh, pukul 06.00 WIB, saat dirinya sedang lari pagi. Ia kehilangan uang Rp 2,5 juta setelah dihipnotis pelaku. “Uang Rp 2,5 juta itu niatnya ingin saya berikan kepada anak saya yang akan kembali ke Lhokseumawe melanjutkan kuliahnya. Tapi, harapan saya kini pupus, setelah sekian lama uang itu saya kumpulkan dan saya persiapkan khusus untuk dia,” kata Ayah Kenon.

Ia menuturkan saat itu tiba-tiba sebuah minibus membunyikan klakson dengan kencang dan nyaris menyerempet dirinya. “Lau seorang turun dari dalam mobil dan memegang tangan kanan saya dengan erat sambil mengatakan mana dompetnya. Mana saya lihat, kata pelaku itu,” ujarnya. Korban pun mengaku langsung menyerahkan dompetnya berisi uang Rp 2,5 juta. “Lalu pelaku bilang sama saya, ini uangnya saya kasih dan jumlahnya Rp 46 ribu. Itu saya tahu pas saya telah sadar pada saat mobil pelaku pergi ke arah Meulaboh,” ujarnya. (mir)