stat counter Warga Australia: Kami Cinta Aceh dan Indonesia | Aceh Online Magazine

Warga Australia: Kami Cinta Aceh dan Indonesia

Australian-flag-over-mapAtjehcyber.com – Warga Australia terpecah sikapnya atas kontroversi pengumpulan koin untuk Australia. Namun yang mengejutkan, sebagian besar mengatakan bahwa apa yang diucapkan oleh Abbott bukanlah suara warga Australia.

Salah seorang warga Australia, Brenton Baldwin, mengatakan dalam akun twitternya bahwa rakyat Australia memiliki rasa cinta yang besar terhadap rakyat Indonesia dan Aceh yang memang indah. “Tuan Abbott tidak berbicara atas nama kami,” kata Baldwin yang juga profesional di bidang komunikasi politik dan kebijakan publik di Melbourne ini, Minggu (22/2).

Respon yang sama juga diberikan @SimmojustSimmo. Dia menulis “Abbott wasn’t PM when tsunami hit. Any comments by him are his personal opinion. He does not speak for Australia. #KoinuntukAustralia,”. Tulisan ini bermakna “Abbot bukanlah PM (Australia) saat tsunami menerjang. Semua komentar yang ia kemukakan adalah opini pribadi. Dia tidak berbicara untuk Australia.”

Nada sejenis juga diutarakan pemilik akun @JustJen64, dimana dirinya meminta Indonesia untuk tidak mendengarkan celotehan Abbott. “#KoinuntukAustralia Dear Indonesian people please ignore our ignoramus of a Prime Minister. HE doesn’t represent the good people in Australia,”. Tulisnya bermakna “Untuk warga Indonesia tolong indahkan pernyataan bebal dari Perdana Menteri (Australia). Dia tidak mewakiliki warga Australia.”

Sementara pemilik akun @alisoncroggon menegaskan bantuan yang diberikan warga Australia pada saat tsunami adalah bantuan yang tulus. Menurutnya, hanya para politisi yang mengungkit-ngungkit bantuan itu, sedangkan warga Australia tidak ada satupun yang mengungkit hal itu.

Sementara sebagian warga Australia lainnya bereaksi keras terhadap tagar CoinForAustralia. Beberapa dari mereka menganggap tagar yang mengejek Tony Abbott terlalu berlebihan bahkan menyakitkan.

“Perdana Menteri kami mungkin memang bodoh, tetapi kampanye #CoinForAustralia sama saja dengan menghina seluruh warga Australia yang ikut menyumbang,” ujar akun @cjozboy.

Selain cuit pedas dari @cjozboy, ada juga cuit serupa dari akun @kimmothach. “Nah, kami menginginkan kembali uang miliaran kami bukan koin. Kalian harus belajar yang namanya bersyukur,” ujarnya.

Pengumupulan koin oleh sejumlah masyrakat ditanggapi biasa-biasa saja oleh warga Australia yang sedang berlibur di Bali. Sebaliknya, mereka meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam menjalankan hukum dan kebijakannya.

“Setahu kami tidak semua warga Australia menentang hukuman mati yang diberikan pada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran,” kata warga Australia asal Sydney yang enggan disebutkan jati dirinya.

Menurut warga Australia yang berprofesi sebagai pengusaha furniture itu, tekanan pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia agar membatalkan hukuman mati, hanya merupakan pengalihan isu dalam negeri. Karena saat ini Abbott dinilai gagal memperbaiki ekonomi dalam negeri, antara lain ditandai merosotnya nilai tukar dolar Australia dari sebelumnya Rp 10.700 menjadi Rp 9.300.

Kalau pemerintah Indonesia tegas menerapkan hukumnya, kata dia, masalahnya akan selesai dengan sendirinya dan issu hukuman mati akan segera akan berlalu.

Wisatawan Australia lainnya, Kathryn mengatakan, tidak tahu menahu dengan isu pengumpulan koin itu. Dia menyebut, selama ini dia merasa senang berkunjung dan berlibur di Bali.

“Kami juga tidak tahu mengapa pemerintah kami meminta pemerintah Indonesia membatalkan hukuman mati,” kata perempuan setengah baya asal Darwin.

You must be logged in to post a comment Login