Home Nasional Berikut 7 Kandidat Kuat Kapolri Baru

Berikut 7 Kandidat Kuat Kapolri Baru

207
0
SHARE

topi-polisiAtjehcyber.com – Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyebut ada tujuh nama Perwira Tinggi Polri yang masuk ke dalam kandidat isi posisi Kepala Polri (Kapolri) gantikan Jenderal Polisi Sutarman.

“Kalau melihat nama-nama dan dicocokkan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, ada tujuh nama yang menjadi kandidat,” ujar Hari dalam diskusi bertema ‘Tantangan Kedepan Kapolri Baru’ yang digelar di Restoran Omah Sendok, Jalan Mpu Sendok, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2015).

Nama-nama yang dimaksud Hari yaitu Kepala Bagian Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius. Beliau merupakan angkatan 1985 di Akademi Kepolisian. Suhardi baru akan memasuki masa pensiun pada Juni 2020.

Kedua, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Dwi Priyatno yang merupakan angkatan 1982 di Akademi Kepolisian. Ia baru akan masuk masa pensiun pada November 2017.

Ketiga, Kepala Lemdikpol, Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan yang merupakan angkatan 1983 di Akademi Kepolisian dan baru akan memasuki masa pensiunnya pada Desember 2017.

Keempat, Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang merupakan angkatan 1982 di Akademi Kepolisian dan akan memasuki masa pensiun pada Juli 2016.

Kelima, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, angkatan 1982 di Akademi Kepolisian dan baru akan masuk masa pensiun pada Mei 2016.

Keenam, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Komisaris Jenderal Polisi Djoko Mukti Haryono, angkatan 1981 di Akademi Kepolisian dan akan memasuki masa pensiun bada bulan 2016.

Terakhir, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), Komisaris Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno, angkatan 1984 dan baru akan memasuki masa pensiun pada Juni 2019.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Sutarman sendiri akan memasuki masa pensiunnya pada Oktober 2015. Namun, mencuat isu pergantian Kapolri dipercepat sebelum Sutarman mencapai masa pensiunnya.