stat counter Main "Cilukba" Dengan Pengasuh, Balita Ini Tewas Kehabisan Napas | Aceh Online Magazine

Main “Cilukba” Dengan Pengasuh, Balita Ini Tewas Kehabisan Napas

Ilustrasi

Ilustrasi

Atjehcyber.com – Keysa Natahelena Simanjuntak, bocah perempuan berusia 2,4 tahun tewas ketika bercanda dengan pengasuhnya, Rabu (22/4) malam. Dugaan awal, korban kehabisan nafas ketika wajahnya ditutup selimut.

Insiden ini terjadi ketika Keysa hanya berdua dengan pengasuhnya, R (14) di rumah orang tuanya di Jalan Jamin Ginting, Gang Keluarga, Medan Johor. Keduanya diketahui sudah sangat akrab, sehingga mengisi waktu dengan bercanda.

“Pelakunya ini kan masih anak-anak juga ya. Jadi main cilukba, wajah si anak ditutup pakai selimut,” kata Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono, Kamis (23/4/2015).

Dugaan awal pelaku terlalu lama menutup wajah korban, sehingga kehabisan napas. Akibatnya korban langsung tak sadarkan diri. Kejadian ini dilaporkan pelaku kepada tetangga yang kemudian membawa korban ke klinik. Namun dokter memastikan korban sudah meninggal.

Dugaan ini dikuatkan hasil otopsi RSUP Adam Malik yang menyatakan penyebab kematian itu akibat tidak ada udara masuk ke paru-paru. “Sudah kita terima hasil otopsinya. Ya itu, kemunginan dibekap,” lanjut Anggoro.

Ia mengatakan penyidik sedang mengungkap kemungkinan ada unsur kesengajaan oleh pelaku untuk membunuh korban. Sejauh ini lima saksi terdiri dari orang tua korban, dua kerabat yang membantu ke klinik dan membuat laporan, serta pelaku sendiri sudah dimintai keterangan.

“Pelaku diperiksa dalam kapasitas saksi. Nanti kalau sebagai tersangka dia akan didampingi KPAID. Kami sudah koordinasi kok,” tandasnya.

Ayah korban, Simon Petrus Simanjuntak (39) menjelaskan saat kejadian ia dan istrinya belum pulang bekerja. Awalnya ia mendapat informasi anaknya dibunuh pengasuh, namun ia tidak percaya. Karena menurutnya selama bekerja sejak dua tahun lalu, pelaku terlihat sangat menyayangi Keysa.

“Anaknya baik. Dia tidak pernah kasar sama Keysa. Kami pun gak pernah kasar juga sama dia,” kata Simon.
Kejadian ini membuat istrinya, Erniati boru Ginting tak henti menangis. Ia terus bertahan di samping peti mati anak semata wayangnya itu. Rencananya korban akan dimakamkan hari itu juga./Serambinews.com

You must be logged in to post a comment Login