Home Nasional Napi Tusukkan Gagang Sendok ke Dadanya Sendiri

Napi Tusukkan Gagang Sendok ke Dadanya Sendiri

268
0
SHARE

AtjehCyber.com –  Sekayu – Diduga mengalami stres selama menjalani hukuman, Rian, 23, warga Kelurahan Keluang, Kecamatan Keluang, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Sekayu mencoba melakukan tindakan bunuh diri, sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin (7/1).

Informasi yang dihimpun, percobaan bunuh diri tersebut dilakukan oleh Rian di dalam selnya Blok B. Tahanan kasus narkoba ini mencoba menusukkan sebuah benda yang diduga sendok ke arah dada.

Namun, tindakan bunuh diri tersebut gagal setelah petugas jaga melihat perbuatan yang dilakukan Rian. Petugas pun langsung bergegas menyelamatkan Rian dengan cara membawa ke RSUD Sekayu untuk mendapatkan pertolongan pertama, lantaran benda yang digunakan telah melukai bagian dada sebelah kiri.

“Memang ada percobaan bunuh diri yang dilakukan narapidana kita, diketahui oleh petugas jaga dan langsung dibawa ke RSUD Sekayu untuk mendapatkan perawatan,” kata Kepala Lapas Klas II B Sekayu, Satrio, saat dibincangi, kemarin.

Luka yang dialami narapidana dengan hukuman empat tahun penjara tersebut, kata Satrio tidak terlalu parah, karena benda yang ditusukkan ke bagian dada tidak dalam dan hanya melukai bagian luar saja.

“Informasi dari dokter lukanya tidak terlalu parah, hanya bagian luar saja, namun tetap harus mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Dikatakannya aksi yang dilakukan oleh terpidana, diduga lantaran mengalami stres dan tekanan psykis yang cukup kuat selama menjalani hukuman di dalam Lapas.

“Sebelumnya dia sempat bikin ribut dengan sesama tahanan namun bisa didamaikan. Kita menduga ada tekanan psykis yang sangat kuat, seperti jarangnya keluarga membesuk selama di tahanan, saat masuk ke Lapas kembali, tahanan akan diberikan perhatian serius agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” ujarnya.

Sementara  Paman terpidana yakni Adko mengaku bahwa pihak keluarga mengetahui kejadian tersebut langsung dari petugas Lapas. Mendapati informasi tersebut, keluarga langsung mendatangi RSUD Sekayu.

“Kita dapat informasi langsung dari petugas Lapas, saat kita datang ke RSUD Sekayu ternyata benar,” jelasnya.

Masih menurutnya saat pihak keluarga hendak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, pegawai Lapas yang ada di RSUD enggan memberikan informasi lebih jelas. “Kita sangat sayangkan mengapa bisa terjadi seperti ini, bagaimana keamanan di dalam Lapas,” pungkasnya. (omi)

jpnn_logo1