stat counter Ibadah Jalan Terus, Maksiat Jalan Terus? | Aceh Online Magazine

Ibadah Jalan Terus, Maksiat Jalan Terus?

introspeksi-shutterstock_20150619_211150

Atjehcyber.com – Bulan puasa merupakan momen melakukan sebanyak-banyaknya ibadah. Dalam berbagai firman Allah SWT, dijelaskan bahwa ibadah seperti shalat dan puasa, mencegah diri kita dari perbuatan keji dan mungkar. Tapi, kenapa ya tak berhasil?

Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, Dr Bustami Usman SH SAP MSi mengatakan, seyogyanya, ibadah seperti shalat dan puasa membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar.

“Bila ibadah yang dilakukan itu tak mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, artinya, ada yang salah dengan ibadahnya itu,” ujar Dr Bustami dalam program Serambi Spiritual, hasil kerja sama SerambiFM dengan KWPSI dan didukung oleh Bank Aceh Syariah.

Menurutnya, ibadah yang dilakukan secara benar dan khusyuk akan membuat seorang muslim terhindar dari kemaksiatan. “Bagaimana mungkin timbul penghayatan dalam ibadah itu, jika tak mengerti apa yang kita lakukan dan ucapkan?” Jelasnya.

Hal penting lainnya imbuh Dr Bustami ialah keikhlasan. Dia mengatakan, orang yang beribadah tanpa keikhlasan akan melakukannya dengan terpaksa, sehingga tidak timbul kedekatan emosional dengan yang dilakukannya itu.

“Artinya tidak ada perubahan dengan dirinya yang dulu. Seharusnya kita harus bersyukur karena Allah masih menghadiahkan kita Ramadhan,” kata dia.

Program interaktif Serambi Spiritual hadir dari Senin-Jumat pada pukul 10.00-11.00 WIB. Tim mendatangkan Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, Dr Bustami Usman SH SAP MSi dan dipandu Host Nico Firza.

Tema yang diangkat pada Serambi Spiritual edisi kali ini, Senin (29/6/2015) yaitu “Ramadhan, momen mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

Selain pembahasan tentang tema terkait, program ini juga memfasilitasi sesi tanya-jawab antara masyarakat dengan narasumber di studio SerambiFM.

Yanti, salah seorang penelepon menanyakan bagaimana puasa dapat mencegah diri kita dari kemaksiatan. Dr Bustami menjawab, setiap ibadah harus didasari dengan ilmu, sehingga nilai ibadah tersebut ‘berbekas’ pada dirinya. (*)/SerambiNews.com

You must be logged in to post a comment Login