Home Pendidikan Lamaran Beasiswa Anda Ditolak? Bisa Jadi Ini Kesalahannya

Lamaran Beasiswa Anda Ditolak? Bisa Jadi Ini Kesalahannya

261
0
SHARE

wawancara2_20150419_204833

Atjehcber.com – Anda pernah mengajukan aplikasi lamaran beasiswa kuliah atau pekerjaan tetapi tak dipanggil untuk wawancara dan tahapan berikutnya? jika pernah mengalami hal itu, bisa jadi ada yang salah dari Curriculum Vitae (CV) yang anda ajukan atau hal lainnya.

Berikut beberapa catatan pengalaman dari Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam yang juga Dosen Fakultas Hukum di kampus tersebut. Ia menuliskan pengalamannya di laman facebook tentang suatu proses seleksi beasiswa ke Jepang di mana ia menjadi salah satu yang mewawancara para calon penerima beasiswa tersebut.

Sejak tahun 2012 hingga saat ini, Saifuddin Bantasyam mendapat banyak catatan dari banyak lamaran beasiswa yang diajukan. Berikut ini catatan Saifuddin Bantasyam yang dikutip serambinews.com dengan beberapa penyesuaian, semoga menjadi informasi berharga bagi anda para pelamar beasiswa termasuk juga para pencari kerja.

***

Dalam kapasitas saya sebagai Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, saya sudah melaksanakan interview setiap tahun sejak 2012 dan untuk tahun 2015 interview yang sudah selesai dilaksanakan terhadap mahasiswa atau calon peserta yang ingin mendapatkan beasiswa untuk kuliah selama satu semester di beberapa universitas di Jepang.

Sebelum interview, mereka harus terlebih dahulu mengirimkan CV dan formulir lamaran yang sudah mereka isi kepada saya via email. Saya ingin berbagi apa yang saya lihat/saya temukan terkait bbrp rekruitmen tersebut.

Terkait penulisan CV, antara lain: cara penulisan CV umumnya tak begitu menarik untuk dilihat; foto diri yang dilekatkan pada CV sebagian besar seadanya saja, sepertinya bukan yang terbaik; terdapat berbagai kesalahan kata/ejaan dalam penulisan CV; pengetikan kurang rapi; informasi kegiatan terlalu umum (misalnya: Oktober 2014: Seminar Penegakan Hukum, tanpa penyebutan di mana, sebagai apa dalam seminar, kapan persis hari dan tanggalnya.

Saran saya, untuk yang ingin mendapat kerja atau mencari beasiswa, yang mensyaratkan CV, buatlah CV yang atraktif, jangan ada kesalahan penulisan, dan jika ditulis dalam bahasa Inggris maka harus dipastikan benar secara grammar (pakai spelling check di komputer).

Bagian dari isi CV antara lain pengalaman berorganisasi dan seminar/symposium/workshop/pelatihan. Tentu saja, CV seseorang akan kosong pada bagian itu jika selama jadi mahasiswa misalnya, tak pernah mau masuk organisasi, malas ikut seminar atau semacamnya itu.

Karena itu, sebelum semuanya terlambat, maka para mahasiswa sebaiknya sejak di semester satu hendaknya aktif di organisasi intra/ektra-kampus. Upayakan untuk ikut berbagai kegiatan yang sebagian bahkan dilaksanakan tanpa perlu bayar. Pemberi beasiswa atau pemberi kerja tentu menginginkan calon-calon yang aktif dibanding tak pernah ikut apa-apa.

Pertanyaan tentang Motivasi. Ini sering jadi pertanyaan pertama dalam sejumlah wawancara. Menurut saya, pertanyaan tentang motivasi hanya bisa dijawab dengan baik jika pelamar mengetahui dengan persis apa makna motivasi. Saya sering menemukan jawaban yang melenceng dari pertanyaan tentang motivasi. Saya menemukan sejumlah peserta yang bahkan tak menunjukkan sikap antusias dalam menjawab.

Saran saya, pahami motivasi dengan baik, jika perlu tulislah sebelumnya motivasi Anda dan saat wawancara. Jawablah dengan cara jelas dan antusias. Gugup? tentu tidak akan terjadi jika memahami dan mempersiapkan diri dengan baik, dan tahu apa yang akan dijawab, maka rasa gugup bisa diminimalisir

Sikap. Tentu saja ini juga hal teramat penting, sejak mulai kita dipanggil untuk wawancara, saat bertemu muka dengan pewawancara, selama wawancara berlangsung dan setelah wawancara berakhir.

Temuan saya, ada peserta yang bahkan tak menyapa dengan cara apa pun (assalamualaikum atau selamat pagi), tidak menjabat tangan (merasa tak perlu menjabat tangan), tidak merasa perlu berterima kasih di akhir wawancara atas kesempatan yang sudah diberikan. Mungkin lupa, atau gugup? Lakukan persiapan dengan baik, berlatih di rumah, akan sangat membantu.

Beli buku-buku tentang tips sukses wawancara, buku atau panduan cara menulis CV dan lamaran kerja yang menarik. Bertanya kepada orang lain yang sudah sukses, tentu akan sangat membantu kesuksesan diri.

Saya yakin kawan-kawan juga bisa menambah pengalaman melakukan wawancara atau ikut wawancara. Mari berbagi, semoga memberi manfaat bagi adik-adik yang mencari beasiswa atau mencari kerja.

Dikutip dari Serambinews.com