stat counter Ibu Rumahtangga Lebih Rentan Ketularan AIDS Ketimbang PSK | Aceh Online Magazine

Ibu Rumahtangga Lebih Rentan Ketularan AIDS Ketimbang PSK

Orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Atjehcyber.com – Ibu rumah tangga ternyata lebih rentan terjangkit HIV dibanding pekerja seks komersial (PSK). Kasus yang terjadi pada mereka adalah karena tertular HIV dari suaminya.

Suami mereka yang lebih dulu terjangkit HIV umumnya karena pengguna narkoba suntik dan membeli jasa seks atau sering gonta ganti pasangan. Para ibu rumah tangga ini kemudian ikut tertular HIV ketika melakukan hubungan seksual dengan suaminya tanpa alat pelindung.

Program Manager Ikatan Perempuan Positif Indonesia, Melly Windi Lianti, pada Jumat (5/9/2014) lalu di Jakarta, mengatakan, para wanita PSK lebih menyadari akan bahaya tertular virus HIV. Mereka pun melakukan pencegahan dengan menggunakan kondom saat berhubungan seks.

“Fenomenanya kini lebih banyak pada ibu rumah tangga karena mereka merasa tidak punya risiko HIV. Teman-teman penjaja seks justru lebih aware,” kata Melly.

Para ibu rumah tangga ini umumnya terlambat mengetahui telah tertular HIV karena tidak melakukan pemeriksaan sebelumnya. Mereka merasa tak berisiko terinfeksi HIV. Mirisnya, HIV bisa ikut menular pada bayi yang mereka kandung. HIV bisa menular saat ibu positif HIV menyusui anaknya. Ketidaktahuan para ibu ini menyebabkan kelahiran bayi positif HIV tidak sempat dicegah.

Data terakhir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, jumlah perempuan positif HIV dari kalangan ibu rumah tangga mencapai 6.230 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan perempuan pekerja seks yakni 2.021 orang. Data ini merupakan total dari tahun 1987 hingga 2013.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi juga mengatakan, jumlah perempuan terinfeksi HIV dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun 2012 yaitu ada 9.318 perempuan baru terinfeksi HIV. Kemudian meningkat berdasarkan data terakhir tahun 2013, yaitu 12.279 perempuan. Sementara itu, tahun ini tercatat hingga Juni 2014, ada 6.528 perempuan yang dinyatakan positif HIV.

Untuk itu Kemenkes melakukan upaya pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS). Terkait pencegahan penularan ke bayi yang dilahirkan, Kemenkes melakukan akselerasi peningkatan cakupan dan layanan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA).

Para ibu rumah tangga bersama pasangannya pun kini diimbau untuk melakukan tes HIV sedini mungkin. Bila hasilnya positif, mereka akan diberi obat Antiretroviral (ARV).  Pemberian ARV secepat mungkin dapat mengurangi jumlah virus dalam darah dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain. (Dian Maharani/Kompas.com)