Home Health Misteri Asal Mula Wabah Ebola Terkuak, dari Seorang Bocah Berusia 2 Tahun

Misteri Asal Mula Wabah Ebola Terkuak, dari Seorang Bocah Berusia 2 Tahun

480
0
SHARE

Atjehcyber.com | Wabah Ebola kini tengah menjadi hantu bagi dunia. Ebola menyerang dan menyebar ke sejumlah negara. Belum ada obatnya. Sebenarnya, dari mana penyebaran virus Ebola ini bermula?

“Kalau ada wabah, seperti Ebola sekarang ini, maka kami para peneliti selalu berupaya mencari tahu bagaimana wabah dapat bermula. Pada kenyataannya, dari berbagai penelitian, tidak semua pertanyaan dapat terjawab,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama memberi keterangan perihal awal mula Ebola, Senin (11/8/2014).

Menurut dia, khusus untuk wabah Ebola kali ini, hasil penelusuran dan penelitian mendapatkan bahwa wabah Ebola sekarang ini kemungkinan besar bermula dari seorang anak usia 2 tahun yang meninggal 6 Desember 2013, setelah beberapa hari sakit.

Virus Ebola
Virus Ebola

“Anak itu tinggal di desa Gueckedou, Guinea, yang juga dekat Sierra Leonne dan Liberia. Seminggu setelah anak ini wafat, maka Ibu nya juga meninggal dunia, lalu kakak perempuannya yang berusia 3 tahun, lalu neneknya juga wafat. Semua dengan gejala demam, muntah dan diare‎. Penyakit kemudia berkembang luas ke penduduk sekitar, termasuk juga petugas kesehatannya,” jelas Tjandra.

Tjandra melanjutkan, ampai saat ini belum jelas dari mana anak 2 tahun itu tertular. Salah satu kemungkinannya adalah tertular dari hewan, mungkin kelelawar, atau dari buah-buahan yang terkontaminasi dari binatang yang sakit ebola. 

“Tapi semua penular ini baru hipotesa ilmiah, belum dapat dibuktikan di lapangan,” imbuh dia.

Untuk menghadapi Ebola ini, sedang dilakukan eksperimen dengan obat bernama ZMapp, yang kini digunakan untuk mengobati petugas Amerika Serikat yang terkena Ebola di Afrika. 

“Obat ini sebenarnya masih dalam proses penelitian (eksperimen), dan keamanannya pada manusia belum pernah diteliti, dan baru pernah dicoba pada monyet percobaan. Tapi memang obat ini digunakan pada dua pasien Amerika itu karena belum ada pilihan lain,” tutup dia./detik