stat counter 5 Hari Terkubur, Lindiwe Selamat karena Minum Urine-nya Sendiri | Aceh Online Magazine

5 Hari Terkubur, Lindiwe Selamat karena Minum Urine-nya Sendiri

“Ini seperti mimpi bagi saya bahwa saya bisa keluar dari sini. Saya sulit mempercayainya. Saya menangis karena saya tak percaya,”

Lindiwe Ndwandwe (33), berdiri di sisa bangunan tiga lantai gereja yang runtuh dan sempat menguburnya selama 5 hari. Bangunan tersebut merupakan gereja sinagog segala bangsa (SCOAN), yang runtuh pada 16 September 2014.

Lindiwe Ndwandwe (33), berdiri di sisa bangunan tiga lantai gereja yang runtuh dan sempat menguburnya selama 5 hari. Bangunan tersebut merupakan gereja sinagog segala bangsa (SCOAN), yang runtuh pada 16 September 2014.

 

Atjehcyber.com – Lindiwe Ndwandwe (33), perempuan asal Afrika Selatan, harus meminum urinenya sendiri demi bertahan hidup di dalam reruntuhan toilet Gereja Sinagog Segala Bangsa (SCOAN), Nigeria, sejak Selasa (16/9/2014).

Ndwandwe baru ditemukan lima hari kemudian, Sabtu (20/9/2014). Selama lima hari tersebut, dia hanya dapat melihat siang dan malam berganti melalui celah kecil di antara reruntuhan. Dari celah itu pula, ia mendapatkan udara untuk bernapas.

“Ini seperti mimpi bagi saya bahwa saya bisa keluar dari sini. Saya sulit mempercayainya. Saya menangis karena saya tak percaya,” kata Ndwandwe setelah diselamatkan.

Ndwandwe adalah satu dari 350 warga Afrika Selatan yang menjadi korban runtuhnya gereja tersebut. Hingga Sabtu, 86 orang ditemukan meninggal dan puluhan yang lain belum ditemukan. Sebelum bangunan gereja tiga lantai itu runtuh pada Selasa itu, bagian sayap gereja sudah lebih dulu ambruk pada Jumat (12/9/2014) tetapi gereja tetap digunakan.

Tuduhan bagi pengurus gereja

Pendeta terkenal di Nigeria sekaligus pengurus gereja tersebut, Joshua, sudah terbang ke Afrika Selatan, menemui keluarga korban dan orang-orang yang selamat dari insiden runtuhnya gereja. Pada saat yang sama, kubu oposisi di Afrika Selatan menyatakan bakal mendesak pemerintahnya memperkarakan gereja pimpinan Joshua tersebut.

Menteri Luar Negeri bayangan Afrika Selatan dari Democratic Alliance -partai oposisi terbesar di Afrika Selatan- Stevens Mokgalapa, mengatakan partainya mendapati fakta bahwa para petugas penyelamat sempat dihalangi petugas gereja ketika hendak bersegera melakukan tindakan penyelamatan.

“DA meyakini saat pemerintah Afrika Selatan punya cukup bukti untuk melayangkan class action (gugatan massal) menentang gereja tersebut demi kepentingan keluarga korban,” papar Mokgalapa.

Menurut Mokgalapa, para petugas gereja juga dapat diperkarakan dengan delik ikut menghilangkan nyawa warga Afrika Selatan. “(Para korban) punya kemungkinan bisa diselamatkan kalau saja para petugas penyelamat tak dihalangi saat hendak bersegera melakukan upaya penyelamatan.”

Pemerintah Afrika Selatan telah mengirimkan pesawat untuk menjemput para korban insiden ini. Sementara itu, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah mendatangi lokasi kejadian, Sabtu. Dia berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut. Dia juga sudah menyampaikan bela sungkawa kepada Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma.(Kompas.com)

You must be logged in to post a comment Login