Home Internasional AS: ISIS Lebih Cocok di Neraka

AS: ISIS Lebih Cocok di Neraka

302
11
SHARE
Wakil Presiden AS, Joe Biden (kanan).
Wakil Presiden AS, Joe Biden (kanan).
Atjehcyber.com – Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada Rabu kemarin memperingatkan kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) bahwa AS akan memburu pembunuh dua warga mereka hingga ke gerbang neraka. Menurut Biden, di sanalah ISIS seharusnya berada.
Diberitakan CNN, edisi Rabu, 3 September 2014, kalimat itu diungkap oleh Biden di markas Angkatan Laut di Porthsmouth. Kalimat itu terlontar di tengah-tengah sambutan Biden mengenai isu ekonomi.
“Mereka semua harus mengetahui kami akan mengikuti mereka hingga ke gerbang neraka hingga mereka semua diadili dengan hukuman yang setimpal. Karena, neraka adalah tempat seharusnya mereka berada. Di sana lah mereka akan berakhir,” tegas Biden yang disambut tepuk tangan meriah publik.
Biden menyebut, kendati sudah ada dua warganya yang dieksekusi dengan cara sadis oleh ISIS, namun Negeri Paman Sam tidak lantas merasa takut atau terintimidasi oleh kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam insiden kemanusiaan 11 September, ungkap Biden, AS terbukti bangkit kembali.
“Kita semua kembali bangkit setelah peristiwa 11 September. Kita membersihkan diri dan meyakini bahwa Osama bin Laden tidak akan pernah mengancam warga AS,” imbuh Biden.
Sementara di tempat berbeda, Presiden Barack Obama mengatakan tidak akan melupakan semua aksi yang dilakukan ISIS. Perjalanan AS, ujar Obama masih panjang dan keadilan akan ditegakkan.
“Mereka yang membuat kesalahan dengan membahayakan warga AS, mereka akan mengetahui bahwa kami tidak akan lupa semua perjalanan yang kami lalui panjang. Dan kami, tidak akan merasa terintimidasi oleh hal itu,” kata Obama yang berbicara dari Tallinn, Estonia.
Video Asli
Sementara Dewan Keamanan Nasional (NSC) menyebut video eksekusi jurnalis AS, Steven Sotloff yang dirilis pada Selasa kemarin, asli. Maka, ini menjadi warga AS kedua yang dieksekusi secara sadis oleh ISIS dalam dua pekan.
“Intelijen AS telah menganalisa video yang baru-baru ini dipublikasikan dan mencapai kesimpulan bahwa video itu asli,” ungkap juru bicara Caitlin Hayden dan dikutip laman Fox News.
Bahkan, dalam analisa pengajar di King’s College, London, Peter Neumann, pemenggal Sotloff dan James Wright Foley, kemungkinan adalah orang yang sama.
“Ini merupakan koreografi yang hampir sama persis,” kata Neumann.
Keyakinan itu diperkuat dengan cara pelaku berpakaian serba hitam dari atas ke bawah dan mengenakan penutup wajah serta sepatu laras. Dari video itu, terlihat tampilan fisik pelaku memiliki bentuk dan berat tubuh yang sama.
Pemenggal Sotloff  juga memegang pisau di tangan kiri sama seperti dia mengeksekusi Foley. Bagian yang paling penting menurut Neumann, yakni ketika pelaku mengucapkan sebuah petunjuk.
“Saya kembali lagi Obama dan saya kembali, karena kebijakan luar negeri Anda yang arogan terhadap ISIS. Ketika Anda terus menyerang pasukan kami, maka pisau kami akan selalu memenggal leher warga negara kalian,” kata si pelaku.
Lokasi eksekusi pun, diduga Neumann juga sama.
Paska kematian Foley, AS dan Inggris terus memburu pelaku. Duta Besar Inggris untuk AS pernah mengatakan tinggal selangkah lagi untuk mengetahui pembunuh Foley. Namun, dia tidak berani menyebut identitas pelaku. (ren/viva)