stat counter Balita Usia 4 Tahun Dibunuh, Digiling Lalu Dibuang ke Sungai | Aceh Online Magazine

Balita Usia 4 Tahun Dibunuh, Digiling Lalu Dibuang ke Sungai

Shinya Nakao (49) kiri bersama istrinya Chisa (46) ditangkap diduga membunuh dan menggiling serta membuang hancuran tulangnya ke laut.

Shinya Nakao (49) kiri bersama istrinya Chisa (46) ditangkap diduga membunuh dan menggiling serta membuang hancuran tulangnya ke laut.

Atjehcyber.com – Polisi Perfektur Fukuoka kemarin menangkap kembali sepasang suami istri karena diduga kuat membunuh anak tertua saudaranya sendiri serta anak usia 4 tahun. Polisi menangkap Shinya Nakao (48) yang pernah menjadi manager toko barang-barang bekas di Kota Chikugo Fukuokabersama istrinya usia 46, Chisa.

“Mereka berdua kami tangkap karena terbukti kuat melakukan banyak pembunuhan,” papar polisi kepada pers,Minggu (7/9/2014).

Oktober 2006 tersangka telah membunuh Kazuya Hiyamizu (34) dan menanam tubuhnya di dekat sungai yang ada di dekat tokonya.

Agustus 2014 polisi menahan pasangan itu karena dituduh membunuh Kazuya Hiyamizu (34). Sedangkan Hiyamizu diduga kuat polisi telah menyiksa seorang anak antara September dan Oktober tahun 2006.

Sekitar Oktober tahun lalu, banyak laporan masyarakat menyampaikan kepada polisi beberapa orang hilang tak ada kabar. Lalu 16 Juni 2014 polisi menangkap Nakao dan istrinya karena dituduh membunuh Takashi Hidaka (22) mantan staf karyawan tokonya sendiri.

Selama Mei 2004 Hidaka disiksa terus dan Juni 2004 Hidaka meninggal dunia.

Kemudian Juni 2014 ini akhirnya Nakao mengakui bahwa dia telah membunuh dan menggiling tubuh Hiyamizu dan kemungkinan juga anak usia 4 tahun yang ikut dibunuhnya. Anak itu masih ada hubungan keluarga dengan Nakao.

Para penyelidik tanggal 12 Juni menemukan pecahan potongan tulang di sungai dekat rumah Nakao dan setelah diselidiki tes DNA, ternyata sama dengan DNA milik Hiyamizu. Polisi menduga kuat tubuh anak 4 tahun juga diperlakukan serupa. Penyelidikan lebih dalam khususnya terhadap tubuh anak 4 tahun yang disiksa, dibunuh bahkan digiling tersebut masih terus dilakukan pihak kepolisian Fukuoka./Tribunnews.com