Home Internasional Di Bawah Tanah Gedung Kongres AS Ternyata Ada Tempat Shalat Jumat Bagi...

Di Bawah Tanah Gedung Kongres AS Ternyata Ada Tempat Shalat Jumat Bagi Warga Muslim

28
0
SHARE

Muslim Washington DC bersiap untuk shalat Jumat di sebuah ruangan di bawah tanah Capitol Hill. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu)
Muslim Washington DC bersiap untuk shalat Jumat di sebuah ruangan di bawah tanah Capitol Hill. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu)

ATJEHCYBER.com – Gedung Kongres Capitol Hill di Washington DC ternyata memiliki tempat khusus untuk shalatJumat bagi warga Muslim.

Hal ini tentu saja tidak banyak diketahui orang, apalagi para turis Muslim yang mengunjungi ibukota Amerika Serikat tersebut.

CNNIndonesia yang bertandang ke Washington DC pada Jumat (4/11) merasa beruntung bisa mengetahui adanya tempat shalatJumat di gedung berkelir putih dan berkubah raksasa itu.

Setidaknya, tidak perlu mencari masjid yang letaknya jauh dari pusat kota.

Tidak ada tanda apa pun di gedung itu yang menunjukkan adanya pelaksanaan ibadah shalat.

Kegiatan di Capitol Hill juga biasa saja, ramai dengan wisatawan yang melakukan tur di dalam bangunan berusia lebih dari 200 tahun itu.

Bagi Muslim yang ingin shalat Jumat, langsung saja masuk melalui pintu barat di gedung Kongres.

Jemaah shalat akan diberi kode khusus yang ditempel di kertas nama oleh petugas keamanan.

Setelah melalui pemeriksaan barang bawaan yang ketat, jemaah memasuki lorong yang kanan kirinya berdiri patung-patung pahlawan Amerika.

Di ujung lorong adalah ruang besar yang berada tepat di bawah kubah raksasa Capitol Hill, yang dikenal dengan nama Great Rotunda.

Di ruangan ini melingkar patung-patung presiden AS, termasuk juga dipamerkan naskah kemerdekaan Amerika.

Tempat ini biasa ramai berkumpul para turis, yang masing-masing asyik mendengarkan pemandu bercerita.

Berbeloklah ke kiri, ada tangga terjal menuju kawasan bawah tanah. Di kawasan inilah terdapat sebuah ruangan besar berkarpet tempat shalat Jumat dilaksanakan.

Sayangnya, belum tersedia tempat wudhu sehingga jemaah harus berjibaku mengangkat kaki di wastafel toilet.

Ada sekitar lima shaf shalat saat CNNIndonesia ikut dalam pelaksanaan ibadah ini. Kebanyakan mereka adalah staf Capitol Hill dan beberapa orang warga setempat, serta anak-anak.

Ada juga beberapa orang wanita yang ikut shalat Jumat. Memang, dalam beberapa interpretasi, wanita diperbolehkan ikut shalat Jumat.

Ibadah berlangsung khusyuk, tidak ada yang berbicara saat imam berkhotbah, sama seperti di tanah air.

Sejak tahun 1996

Hussein Goal, salah satu staf Capitol Hill mengatakan jumlah jemaah shalat Jumat mulai dari 80-200 orang.

Menurut penuturannya, shalat Jumat di tempat ini telah berlangsung sejak tahun 1996. Izin diberikan setelah para staf Muslim memintanya kepada anggota Kongres.

“Ini adalah keindahan Amerika, kebebasan beragama,” kata Goal kepada CNNIndonesia.

“Yahudi dan Kristen punya Sabtu dan Minggu untuk libur dan beribadah, sementara staf Muslim tidak punya hari dalam sepekan untuk khusus ibadah, padahal shalat Jumat itu wajib. Lalu kami memutuskan berbicara dengan Ketua Kongres untuk meminta tempat,” kata Goal.

Mengejutkannya, ketua Kongres AS yang memberi izin saat itu adalah Newt Gingrich yang terkenal dengan sikap anti-Islamnya.

Di Kongres, Gingrich gencar menyuarakan penolakan terhadap hukum Syariah Islam dan pembangunan masjid di Amerika.

Menurut Goal, walau tidak suka dengan Islam namun Gingrich telah menegakkan Konstitusi AS yang mengatur kebebasan beragama dengan memberi izin shalat Jumat di Capitol Hill.

“Dia sangat menjalankan Konstitusi. Tidak peduli apa masalah pribadinya, tapi Konstitusi berada di atas kepentingan individu,” ujar Goal.

Selain tidak perlu jauh-jauh mencari masjid, ada keuntungan lain shalat di tempat ini. Setelah beribadah, para jemaah bisa langsung berwisata di dalamnya.

Kembali dari ruang shalat, jemaah bebas menjelajahi gedung bersejarah itu, tentunya yang masih termasuk wilayah turis. Tidak perlu lagi antre panjang di pintu masuk bersama ratusan wisatawan lainnya. (den/CNN Indonesia)