stat counter India Akui Rafale Dalam Badai, SU-30 Jadi Pilihan | Aceh Online Magazine

India Akui Rafale Dalam Badai, SU-30 Jadi Pilihan

 

bbbb

AtjehCyber.com –  NEW DELHI: Untuk pertama kalinya sejak 31 Januari 2012, ketika pesawat tempur Rafale Prancis terpilih sebagai pesawat masa depan Angkatan Udara India (IAF), akhirnya India secara resmi mengakui bahwa ada masalah serius dalam proses negosiasi pembelian dengan vendor Perancis, Dassault.

Berbicara kepada media pada Selasa (3012/2014) malam, Menteri Pertahanan Manohar Parrikar mengatakan ada “komplikasi” dalam negosiasi selama hampir tiga tahun ini.

Perusahaan Perancis enggan untuk memenuhi komitmen yang IAF telah tentukan dalam tender. Parrikar tidak mengungkapkan rincian.

Dassault enggan mengijinkan produksi Rafales oleh Hindustan Aeronautics Ltd seperti tender awal yang menyebutkan. HAL akan membangun 108 Rafales di India dengan teknologi yang ditransfer dari Dassault dan sub-vendor tersebut.

Kini India memilih langkah lain. Parrikar mengatakan India akan menambah pesawat tempur Sukhoi-30MKI yang dibangun HAL di Nashik. Pesawat ini diyakini cukup mampu untuk mengisi posisi yang seharusnya diisi Rafale.

IAF saat ini berencana untuk memiliki 272 pesawat tempur Su-30MKI pada 2018. Lini produksi Nashik HAL membangun pesawat tempur yang hampir setengah lebih murah dibandingkan Rafale.

Su-30MKI adalah pesawat yang memadai untuk memenuhi kebutuhan angkatan udara,” kata Parrikar.

Awal bulan ini, Parrikar telah meyakinkan Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian, selama kunjungan yang terakhir ke New Delhi pada tanggal 1 Desember, bahwa negosiasi Rafale akan ditempatkan pada “jalur cepat”. Tetapi Menteri mengungkapkan pada hari Selasa bahwa Menteri Perancis “telah (berkomitmen) untuk mengirim orang diberdayakan untuk bernegosiasi setelah Tahun Baru.”

Menurut ketentuan tender MMRCA, 18 dari 126 pejuang yang dibeli akan dipasok dalam bentuk pesawat jadi dengan sisa 108 diproduksi oleh HAL.

Sumber : IMD

You must be logged in to post a comment Login