Home Internasional ISIS Penggal Tentara Lebanon, Sekap 18 Lainnya

ISIS Penggal Tentara Lebanon, Sekap 18 Lainnya

1122
10
SHARE

Istri Ali al-Sayyed, seorang tentara Lebanon yang tewas dipenggal militan ISIS, tampak menangis sambil memeluk putrinya. (sumber: Reuters via NY Times.)
Istri Ali al-Sayyed, seorang tentara Lebanon yang tewas dipenggal militan ISIS, tampak menangis sambil memeluk putrinya. (sumber: Reuters via NY Times.)

Atjehcyber.com – Para anggota kelompok militan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) telah memenggal kepala seorang tentara Lebanon yang merupakan satu dari 19 tentara yang ditangkap ketika kelompok itu menguasai kota di wilayah perbatasan Lebanon selama beberapa hari awal bulan ini.

Video pemenggalan itu diunggah di media sosial Sabtu (30/8) namun tidak disebutkan kapan tindakan itu dilakukan.

Tentara naas itu diidentifikasi sebagai Ali al-Sayyed, seorang Muslim Sunni dari wilayah utara Lebanon, yang direkam dengan mata ditutup dan tangan terikat di punggung. Dia meronta dan menendang ke tanah yang berdebu ketika seorang militan mengumumkan dia akan dibunuh. Militan satu lagi kemudian menggorok lehernya.

Angkatan Darat Lebanon menolak berkomentar, namun para pejabat keamanan dan anggota ISIS membenarkan adanya pembunuhan itu.

Beberapa jam kemudian, kelompok itu mengunggah video kedua yang menunjukkan sembilan tentara memohon agar dibiarkan hidup, dan mendesak keluarga mereka untuk berdemonstrasi ke jalan menuntut pemerintah membebaskan para tahanan Muslim agar mereka diampuni.

Sebelum itu, para militan Suriah termasuk para anggota ISIS dan Nusra Front menyerbu tentara Lebanon setelah seorang komandan pemberontak bernama Imad Ahmad Jomaa ditangkap di Arsal, Lebanon, sebuah kota di dekat perbatasan Suriah. Jomaa adalah komandan Nusra Front yang kemudian pindha ke ISIS, namun tetap dihormati di kalangan pejuang Nusra.

Para militan itu menguasai kota Arsal selama lima hari sebelum kabur ke wilayah pegunungan dengan membawa serta 19 tentara yang tertangkap. Mereka menuntut pembebasan Jomaa dan beberapa tokoh militan lain yang dipenjara sejak 2007./Beritasatu.com