stat counter ISIS Rilis Video yang Tampilkan Sandera Inggris Baru | Aceh Online Magazine

ISIS Rilis Video yang Tampilkan Sandera Inggris Baru

*Sejauh ini, ISIS telah membunuh tiga sandera—seorang warga Inggris dan dua warga Amerika

Pekerja bantuan Inggris, David Haines (kiri) sebelum dibunuh militan ISIS. AS dan Inggris menolak membayar uang tebusan kepada militan.

Pekerja bantuan Inggris, David Haines (kiri) sebelum dibunuh militan ISIS. AS dan Inggris menolak membayar uang tebusan kepada militan.

Atjehcyber.comVideo yang baru diluncurkan menunjukkan seorang sandera Inggris yang diyakini disandera Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS). Sandera yang ada dalam video itu bukan Alan Henning, pekerja sosial Inggris yang diculik dan diancam akan dibunuh.

Sejauh ini, ISIS telah membunuh tiga sandera—seorang warga Inggris dan dua warga Amerika dan mengancam akan membunuh Henning. Pria berusia 47 tahun itu muncul pada pengujung video pemenggalan warga Inggris lain, David Haines, yang dirilis akhir pekan lalu.

Dalam video yang baru dirilis pada Kamis (18/9/2014), seorang pria Inggris mengenakan baju warna oranye berbicara sambil menghadap kamera. Dalam pernyataan yang disusun secara tertulis, warga Inggris itu mengakui dia adalah tawanan dan hidupnya terancam.

Tayangan itu berbeda dari video sebelumnya dan tidak menampilkan proses pemenggalan. Juga tidak terlihat anggota kelompok militan itu dalam video yang diberi judul “Pinjamkan Saya Telinga Anda” dan ditujukan untuk publik Barat.

Tawanan Inggris itu mengatakan, dia dan terhadap sandera lainnya diabaikan Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. Dia mempertanyakan mengapa dua negara ini sangat ingin terlibat dalam perang baru di Irak.

Sandera itu juga mengatakan pemerintah negara-negara Eropa telah berunding untuk pembebasan tawanan dari negara itu. Namun, Inggris dan Amerika mengambil sikap berbeda.

Lebih jauh, sandera itu mengatakan, video tersebut adalah yang pertama dari serangkaian video yang ia sebut sebagai program untuk menerangkan filosofi ISIS. Dari komentar dalam video itu, disimpulkan video itu dibuat tahun ini.(Kompas.com)