stat counter Kapal Feri Filipina Tenggelam, 70 Orang Hilang | Aceh Online Magazine

Kapal Feri Filipina Tenggelam, 70 Orang Hilang

Tim penyelamat sedang mengangkat seorang korban tewas akibat tabrakan antara sebuah kapal feri dengan kapal barang di dekat pelabuhan kota Cebu, Filipina, Jumat (16/8/2013) malam. Kapal feri adalah tulang punggung transportasi antarpulau di Filipina namun tragisnya banyak kecelakaan maut yang melibatkan moda transportasi ini.

Tim penyelamat sedang mengangkat seorang korban tewas akibat tabrakan antara sebuah kapal feri dengan kapal barang di dekat pelabuhan kota Cebu, Filipina, Jumat (16/8/2013) malam. Kapal feri adalah tulang punggung transportasi antarpulau di Filipina namun tragisnya banyak kecelakaan maut yang melibatkan moda transportasi ini.

Atjehcyber.com – Sedikitnya 70 orang dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri tenggelam di perairan Filipina tengah akibat cuaca buruk pada Sabtu (13/9/2014) malam. Demikian kantor badan pertahanan sipil Filipina.

Kapal feri Maharlika II, membawa 84 orang penumpang tenggelam di perairan Pulau Leyte akibat cuaca buruk. Tim penyelamat sejauh ini baru berhasil menolong 14 orang penumpang.

“Kapal tim penyelamat mengalami kesulitan mencapai lokasi bencana karena ombak laut terlalu besar,” kata juru bicara Dewan Manajemen dan Penanggulangan Bencana Nasional Mina Marasigan.

Pasukan penjaga pantai dan kapal-kapal swasta masih berada di lokasi bencana. Marasigan mengatakan ada harapan lebih banyak orang akan diselamatkan dalam beberapa jam mendatang.

“Kapal feri itu dikabarkan mengalami masalah dengan kemudinya dan diguyur hujan lebat yang diperparah oleh Taifun Kalmaegi yang mendekati wilayah utara Filipina,” tambah Marasigan.

Pasukan penjaga pantai Filipina mengatakan lokasi tenggelamnya kapal itu adalah 11 kilometer dari pulau Panaon yang berjarak sekitar 680 kilometer sebelah selatan ibu kota Manila.

Meski menifes kapal mencatat 84 penumpang dan awak berada di atas kapal itu, namun bukan hal aneh jika banyak penumpang yang tak tercatat dalam manisfes.

Kapal feri menjadi salah satu tulang punggung transportasi antarpulau di Filipina. Namun, pemeliharaan kapal yang buruk dan undang-undang yang tidak tegas mengakibatkan banyak kecelakaan kapal feri di Filipina.

Salah satu bencana paling tragis terjadi apda 1987 ketika kapal feri Dona Paz bertabrakan dengan sebuah kapal tanker yang mengakibatkan lebih dari 4.300 orang tewas.(Afp/Kompas)