stat counter M15: Algojo ISIS Pernah Jadi Relawan Pengumpul Dana | Aceh Online Magazine

M15: Algojo ISIS Pernah Jadi Relawan Pengumpul Dana

Cuplikan rekaman pemenggalan orang yang diduga wartawan AS, James Foley oleh NI atau ISIS yang beredar di internet (Reuters)

Cuplikan rekaman pemenggalan orang yang diduga wartawan AS, James Foley oleh NI atau ISIS yang beredar di internet (Reuters)

Atjehcyber.com – Badan intelijen Inggris, M15 mengungkapkan, algojo pemenggal dua jurnalis Amerika yang dijuluki sebagai ‘Jihadi John’ ternyata sempat masuk dalam salah seorang yang diawasi sebelum akhirnya diketahui bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Suriah dan Irak ( ISIS).

M15 mendeteksi kalau John pernah menjadi relawan pengumpul dana tingkat rendah dari organisasi yang bermarkas di London.

Uang yang dikumpulkan oleh organisasi itu diyakini untuk mendanai kegiatan ISIS sebelum kelompok itu akhirnya mulai melakukan teror.

Seperti dilansir Mirror, seorang sumber mengungkapkan kalau identitas John sang algojo telah diketahui, bahkan diawasi sejak dia belum bepergian ke luar Inggris.

“Seperti para pelaku jihad sebelumnya, dia berubah menjadi radikal setelah menghilang dan pergi ke Timur Tengah,” terang sumber itu.

John diketahui tiba di Suriah lebih dari setahun lalu dan baru ikut pertempuan beberapa bulan ke belakang.

John dan tiga jihadis asal Inggris lainnya juga mendapat julukan sebagi ‘The Beatles’, merujuk group band legenda dari Inggris.

Media di Inggris juga sempat menulis tiga orang yang diduga identik dengan sang algojo, salah satu diantaranya adalah bekas penyanyi rap Abdel-Majed Abdel Bary.

Dia memiliki nama panggung “L Jinny” dia terkenal sebagai rapper di Inggris. Beberapa lagunya bahkan diputar di radio BBC dan beredar luas di YouTube.

Media Inggris mencatat lebih dari 30 warga Inggris yang bergabung dengan ISIS, hendak meninggalkan kelompok teror itu tapi takut pulang karena diancam masuk bui.

Masih dari keterangan sumber menyebutkan, kalau anak-anak muda itu tidak tahu tujuan pergi ke Suriah. Mereka bisa saja mendapat perlakukan buruk./Suara.com