Home Internasional Masjid di Mesir Dibom Usai Shalat Jum’at, Korban Meninggal 184 Orang

Masjid di Mesir Dibom Usai Shalat Jum’at, Korban Meninggal 184 Orang

215
0
SHARE

Jenazah korban serangan di Masjid Al Rawda di Sinai, Mesir dikumpulkan.(AFP)
Jenazah korban serangan di Masjid Al Rawda di Sinai, Mesir dikumpulkan.(AFP)

ATJEHCYBER.com – Jumlah korban tewas akibat serangan ke sebuah masjid di Sinai, Jumat (24/11/2017), bertambah menjadi 184 orang. Demikian dilaporkan media pemerintah Al-Ahram.

Korban luka juga bertambah dari laporan awal sebanyak 75 orang saat ini menjadi 125 korban luka.

Serangan terjadi saat masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed kawasan barat kota Arish penuh dengan jamaah yang baru selesai melaksanakan shalat Jumat. Puluhan ambulans terlihat mondar-mandir membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Serangan diawali dengan ledakan bom, yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan beruntun ke arah jamaah yang masih hidup dan berlari menyelamatkan diri.

Tim investigasi yang terdiri dari tentara dan polisi dikerahkan di sekitar lokasi ledakan untuk mengejar para pelaku.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang disebut paling mematikan di kawasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Namun pasukan keamanan Mesir telah memerangi aksi pemberontakan yang dilancarkan militan ISIS. Para saksi mata mengatakan kepada media Mesir, bahwa serangan terjdi di kota Bir al-Abed dekat al-Arish. Orang-orang bersenjata menyerbu masuk ke dalam masjid dan meledakkan bom.

Mereka masih mengeluarkan tembakan ketika mobil-mobil ambulans berdatangan untuk membantu korban.

Warga setempat mengatakan kelompok penyerang sepertinya menjadikan pemeluk Sufi sebagai sasaran.

Berbagai foto dari lokasi kejadian menunjukkan para korban yang mengalami pendarahan dan jenazah korban tewas yang ditutupi selimut.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi langsung menggelar rapat keamanan darurat usai serangan ini terjadi.

Mesir tengah berupaya memerangi pemberontakan di kawasan yang mulai meningkat sejak 2013.

Kelompok jihadis militan melancarkan pemberontakan dalam tahun-tahun terakhir, dan meningkatkan serangan terhadap kelompok militer Mesir yang menggulingkan Presiden Mohammed Morsi pada bulan Juli 2013.

Ratusan polisi, tentara dan warga sipil tewas sejak itu, sebagian besar dilakukan oleh kelompok Provinsi Sinai, yang berafiliasi dengan grup yang menamakan diri Negara Islam atau  ISIS.

Kelompok radikal juga menyerang sejumlah gereja Koptik dan mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Rusia yang membawa turis di Sinai pada 2015 yang menewaskan 224 orang. (The Guardian,AFP/*)