Home Internasional Pasukan Kurdi Rebut 7 Desa Kristen dari Tangan ISIS

Pasukan Kurdi Rebut 7 Desa Kristen dari Tangan ISIS

672
10
SHARE

Seorang anggota pasukan Peshmerga Kurdi beraksi di garis depan sekitar 20 kilometer dari pasukan ISIS yang berada di kota Mosul, Irak. Pasukan Kurdi berhasil merebut kembali bandungan Mosul yang dikuasai ISIS namun serangan pasukan Irak di Tikrit masih menemui kegagalan.
Seorang anggota pasukan Peshmerga Kurdi beraksi di garis depan sekitar 20 kilometer dari pasukan ISIS yang berada di kota Mosul, Irak. Pasukan Kurdi berhasil merebut kembali bandungan Mosul yang dikuasai ISIS namun serangan pasukan Irak di Tikrit masih menemui kegagalan.

Atjehcyber.com – Pasukan Peshmerga Kurdi merebut tujuh desa Kristen di Irak utara dari tangan pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Puluhan ribu umat Kristen Irak terutama dari denominasi Kaldean meninggalkan kampung halamannya saat kelompok ISIS menyerang kembali Irak utara pada awal Agustus.

Kota Kristen terbesar, Qaraqosh dan puluhan desa lainnya ditinggalkan penduduk yang oleh para pemimpin Kristen digambarkan sebagai kehancuran yang dialami kelompok minoritas itu selama berabad-abad.

Pada Selasa (16/9/2014), pasukan Peshmerga mengusir pasukan ISIS dari tujuh desa di sebelah barat ibu kota Kurdi, Arbil dalam pertempuran yang diwarnai tembakan roket dan mortir.

“Kami membebaskan desa-desa itu dengan dukungan serangan udara AS,” kata Mayor Sardar sambil menambahkan ketujuh desa itu berada di dataran Nineveh antara Arbil dan Mosuk.

Mayor Sardar menambahkan banyak rumah di desa-desa itu dipasangi jebakan oleh pasukan ISIS sebelum mereka mundur. Peshmerga, kelompok militer utama di wilayah otonomi Kurdi di Irak utara, mendapatkan bantuan senjata dan amunisi dari berbagai negara termasuk AS dan Perancis.

Ketujuh desa itu memiliki nilai strategis yang penting karena lokasi mereka dekat dengan kota-kota Kristen lainnya seperti Bartalla dan Qaraqosh. Ujar seorang pemuka agama Katolik Kaldean yang tak mau disebutkan namanya.

Pada awal Juni lalu ISIS menggelar operasi kilat yang berhasil merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak dan menyapu sebagian besar wilayah utara Irak.

Dalam serangan lanjutan pada Agustus, ISIS mulai mengincar kelompok minoritas Irak seperti Kristen dan Yazidi, menguasai bendungan terbesar Irak dan tinggal sepelemparan batu dari ibu kota Kurdi, Irak.

Kondisi itulah yang memicu AS menggelar serangan udara yang ternyata cukup efektif membantu pasukan Peshmerga memukul mundur ISIS.(Kompas.com/AFP)