stat counter Pilot Menangis Karena Mesin Pesawat Rusak | Aceh Online Magazine

Pilot Menangis Karena Mesin Pesawat Rusak

Salah satu pesawat terbang milik maskapai penerbangan Europe Airpost.

Salah satu pesawat terbang milik maskapai penerbangan Europe Airpost.

Atjehcyber.com – Pengalaman menegangkan dialami para penumpang maskapai penerbangan asal Perancis, Europe Airpost rute penerbangan Split di Kroasia menuju Nantes, Perancis.

Di tengah penerbangan, tiba-tiba mesin pesawat itu mati. Kru pesawat segera menyatakan keadaan darurat dan meminta para penumpang bersiap akan kemungkinan terburuk.

Situasi itu begitu menegangkan dan menakutkan hingga sang kapten pilot sampai menangis ketika mengatakan para penumpang hanya memiliki waktu enam menit sebelum pesawat itu jatuh.

Kru pesawat kemudian memerintahkan penumpang mengenakan jaket pelampun dan bersiap untuk melakukan pendaratan darurat di  laut. Beruntung, pesawat Boeing 737 itu mendarat dengan selamat di kota Venesia, Italia pada 23 Agustus lalu.

Pengalaman nyaris mati ini terekam di ingatan salah seorang penumpang Benjamin Girard yang menumpang pesawat itu bersama istri dan kedua anaknya yang berusia empat tahun dan enam bulan.

Benjamin mengenang para penumpang mulai menangis dan berteriak histeris ketika menghadapi kemungkinan pesawat itu akan mendarat darurat di Laut Adriatik. Pria itu mengatakan, insiden terjadi tak lama setelah pesawat tersebut lepas landas ketika pilot meminta penumpang bersiap untuk menghadapi turbulensi.

“Lalu orang-orang di bagian belakang pesawat mengatakan salah satu mesin pesawat mati yang kemudian segera dikonfirmasi oleh pilot,” ujar Benjamin.

“Dia mengatakan, harus melakukan pendaratan darurat di Venesia. Dia mencoba menenangkan kami dengan mengatakan kami berkesempatan mengunjungi kota itu,” tambah Benjamin.

Namun, penumpang tetap panik dan pilot kemudian meminta mereka segera mengenakan jaket pelampung dan melepaskan semua perhiasan.

“Pilot kemudian mengatakan kru harus melakukan pendaratan darurat di laut dan memperingatkan kami tentang kemungkinan terjadinya ledakan,” lanjut Benjamin.

“Semua penumpang ketakutan, bahkan para kru kabin juga ketakutan. Salah seorang pramugari bahkan benar-benar panik sementara yang lain terlihat pucat pasi,” papar dia.

Benjamin melanjutkan, tak lama kemudian terdengar lagi pemberitahuan dari sang pilot yang kali ini diselingi isak tangis.

“Kami mendengar pilot menangis saat mengatakan kami memiliki waktu enam menit sebelum pendaratan darurat. Saya mendengar penumpang di bagian belakang mulai berteriak panik,” kenang Benjamin.

Setelah beberapa menit yang menegangkan, pesawat bermesin ganda itu akhirnya berhasil mendarat di bandara Marco Polo, Venesia yang terletak di tepi laut tanpa ada korban.

Maskapai Europe Airpost, setelah insiden itu, membenarkan telah terjadi kepanikan di kabin penumpang namun menegaskan keselamatan penumpang tidak dalam bahaya saat itu.

“Penerbangan dari Split menuju Nantes mengalami insiden kerusakan salah satu mesin. Kondisi ini diketahui kru yang akhirnya memutuskan mendarat di Venesia setelah memberi tahu penumpang,” kata seorang juru bicara Europe Airpost.

“Ini adalah prosedur yang sudah berulang kali dilatih dan mereka bisa mendaratkan pesawat dengan aman di Venesia,” tambah juru bicara itu./DailyMail/Kompas.com