Home Internasional Raja Arab: Dalam Sebulan ISIS Bisa Sampai Eropa, Lalu AS

Raja Arab: Dalam Sebulan ISIS Bisa Sampai Eropa, Lalu AS

582
11
SHARE

Anggota kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) (sumber: Istimewa)
Anggota kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS) (sumber: Istimewa)

Atjehcyber.com – Raja Arab Saudi Abdullah mengatakan para ekstremis bisa menyerang Eropa dan Amerika Serikat jika tidak ada aksi internasional melawan terorisme, setelah kelompok teroris menguasai banyak wilayah di Irak dan Suriah.

Raja Abdullah tidak secara spesifik menyebut nama kelompok ekstremis, namun pernyataannya ditujukan untuk mengundang angkatan bersenjata AS dan NATO melawan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan para pendukungnya di kawasan itu.

Arab Saudi secara terbuka telah menyatakan dukungan pada para pemberontak Suriah yang melawan Presiden Bashar Assad, namun juga prihatin bahwa kelompok sempalan al Qaeda seperti ISIS juga terlibat dalam elemen-elemen pemberontak itu.

“Saya yakin setelah sebulan mereka bisa sampai ke Eropa, dan bulan berikutnya Amerika,” kata Abdullah dalam sebuah pertemuan dengan para duta besar negara asing belum lama ini.

“Para teroris ini tidak kenal kata kemanusiaan dan anda telah menyaksikan mereka memenggal kepala dan memberikannya pada anak-anak agar ditenteng di jalanan,” kata raja.

Dia mendesak para duta besar itu untuk meneruskan pesannya ke pemimpin mereka.

Arab Saudi adalah sekutu dekat Amerika di Timur Tengah dan sekarang ini aktif mengecam kiprah ISIS. Ketua ulama negara itu mengatakan ISIS dan al Qaeda adalah musuh Islam nomor 1 dan korban-korban pertama mereka justru kaum Muslim sendiri.

Sebelumnya, para ulama Arab mendesak warga untuk ikut bergabung melawan Presiden Assad, namun sekarang ajakan seperti itu bisa berisiko penjara.

Satu dekade silam, para militan al Qaeda melancarkan serangkaian serangan di Arab Saudi untuk meruntuhkan monarki. Para pejabat negara itu merespon dengan operasi pemberantasan yang keras dan sehingga banyak militan kabur ke Yaman./Beritasatu.com