stat counter Wanita Yazidi Dijual untuk Diperistri Anggota ISIS | Aceh Online Magazine

Wanita Yazidi Dijual untuk Diperistri Anggota ISIS

Seorang perempuan Yazidi bersama anak-anaknya di kamp pengungsian Dahuk yang berjarak 260 kilometer dari ibu kota Irak, Baghdad.

Seorang perempuan Yazidi bersama anak-anaknya di kamp pengungsian Dahuk yang berjarak 260 kilometer dari ibu kota Irak, Baghdad.

Atjehcyber.com – Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dikabarkan telah membawa puluhan perempuan Yazidi dari Irak menuju Suriah, dipaksa memeluk Islam dan dijual kepada para anggota ISIS untuk diperistri.

Kabar itu disampaikan Lembaga Pengawas HAM Suriah (SOHR), Sabtu (30/8/2014). SOHR mengatakan sebanyak 27 perempuan Yazidi dijual dengan harga masing-masing 1.000 dolar atau hampir Rp 12 juta kepada para prajurit ISIS.

SOHR melanjutkan, pihaknya menerima informasi sekitar 300 orang perempuan Yazidi diculik dan dibawa ke Suriah namun sejauh ini baru 27 orang yang dipastikan dijual untuk dinikahi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 300 wanita dan gadis Yazidi yang diculik di Irak dibawa ke Suriah untuk dijadikan imbalan bagi para prajurit ISIS,” demikian pernyataan SOHR.

Organisasi ini menambahkan, pihaknya telah mendokumentasikan sejumlah kasus di mana para prajurit ISIS kemudian menjual para perempuan itu dengan harga 1.000 dolar AS seorang untuk dijadikan pengantin prajurit ISIS lainnya.

“SOHR mendokumentasikan sedikitnya 27 kasus perempuan Yazidi yang dijual untuk dinikahi oleh anggota ISIS di provinsi Aleppo, sebagian Raqqa dan sebagian provinsi Hassakeh,” ujar SOHR.

SOHR menambahkan sejumlah warga Arab Suriah dan Kurdi juga mencoba membeli para perempuan itu sebagai upaya untuk membebaskan mereka. Namun, para perempuan ini hanya dijual untuk anggota ISIS.

Lebih jauh SOHR menambahkan, sejauh ini belum diketahui pasti nasib sisa dari 300 perempuan Yazidi itu. SOHR juga mengecam praktik penjualan perempuan Yazidi yang oleh ISIS dianggap sekadar barang yang bisa diperjualbelikan.

Yazidi adalat etnis minoritas berbahasa Kurdi yang menganut kepercayaa lama yang berakar dari ajaran Zoroaster. ISIS menganggap mereka sebagai penyembah setan karena ajaran Yazidi yang mencampurkan beberapa keyakinan dan praktik keagamaan./Kompas