stat counter Saat Anak Marah dan Memukul Jangan Membalasnya! Lakukan Hal Ini | Aceh Online Magazine

Saat Anak Marah dan Memukul Jangan Membalasnya! Lakukan Hal Ini

20140828_091922_memukul-anak1Atjehcyber.com | Ketika sedang marah atau menolak melakukan sesuatu, anak suka membalas dengan memukul. Ini sebenarnya perilaku alami dan normal, apalagi jika anak belum mengenal kata-kata atau keterampilan dalam menangani situasi sulit.

Balita dan anak-anak prasekolah memang sering merespon secara fisik terhadap situasi marah karena mereka belum belajar cara lain dalam menanggapi situasi itu. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika anak memukul Anda.

Hentikan  
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menghentikan anak. Caranya, pegang tangan anak selembut mungkin, tatap matanya, dan jelaskan kepadanya dalam sedikit kata agar ia tidak memukul. Anak yang sedang marah dan memukul tidak mungkin mendengarkan dan mengerti penjelasan filosofis yang panjang soal mengapa memukul itu salah.

Jika ia memukul anak lain dan tidak mau mengalah, tenangkan dirinya dengan mengajaknya ke suatu tempat yang tak jauh dari tempat pertama. Misalnya, taman bermain, toko, restoran, di mana anak tidak bisa melihat teman yang dipukulnya tadi.  Hindari memarahi anak di depan umum.

Tanyakan  Alasan  

Setelah tenang, tanyakan alasan ia memukul. Ini penting untuk mengetahui perasaan mereka.

Penuhi Kebutuhan

Ada yang mengatakan, memukul merupakan bagian dari kebutuhan (cari perhatian, lapar, lelah) yang tak terpenuhi. Meski demikian, hal ini tidak bisa dibenarkan. Namun Anda bisa mencaritahu untuk memenuhi kebutuhan itu.

Cari Alternatif

Cobalah ajar anak untuk mencari alternatif lain selain melampiaskan kemarahannya dengan memukul. Misalnya:

1. Menggunakan kata-kata .  Bantu anak mengekspresikan perasaan dengan menggunakan kata-kata untuk memecahkan masalah. Seperti mengatakan “Tidak” sebagai bentuk kemarahan.

2. Berjalan pergi.  Alih-alih terus berhadapan dengan hal yang membuatnya marah, lebih baik meninggalkannya sehingga keinginan memukul pun hilang.

3. Menghentakkan kaki atau memukul bantal.  Akan lebih baik melakukan dua hal itu daripada memukul orang yang disayang, bukan?

4. Minta bantuan .  Rasanya ini lebih baik daripada melakukan kekerasan. Jadi, jika anak mengalami kesulitan dengan anak lain, dorong mereka untuk mendiskusikannya dengan Anda, guru, atau orang dewasa lain yang dipercayainya.

Jangan Pukul Balik
Jujur, ketika anak memukul Anda, otomatis Anda memukul balik, bukan ? Banyak orangtua berpikir, tidak apa-apa memukul ketika anak tidak berperilaku seperti apa yang mereka inginkan. Anak pasti kapok, pikir mereka. Sebaliknya, untuk jangka panjang, anak justru belajar bahwa kekerasan fisik sah dilakukan. (Ester Sondang /Tabloidnova.com)