Home Lounge Ingat…!!! Lulusan S-2 Makin Dibutuhkan untuk Posisi Penting Perusahaan!

Ingat…!!! Lulusan S-2 Makin Dibutuhkan untuk Posisi Penting Perusahaan!

615
0
SHARE

1313224BBS780x390
Ir Firdaus Alamsjah, Executive Dean Binus Business School, mengatakan banyak perusahaan membutuhkan SDM S-2 dengan kemampuan leadership yang baik. Meningkatnya ekonomi di Indonesia juga menjadi salah satu faktor SDM S-2 menjadi idaman banyak perusahaa

AtjehCyber.com – Sumber daya manusia (SDM) berkualitas mulai menjadi kebutuhan berbagai perusahaan, baik skala nasional maupun internasional. Berkualitas atau tidaknya SDM merujuk pada strata pendidikan yang mereka miliki. Kini, perusahaan-perusahaan tersebut memilih SDM dengan latar belakang pendidikan S-2 untuk mengisi berbagai posisi penting dalam organisasi.
Fenomena itu sendiri bukanlah sebuah hal baru di kalangan bisnis. Mereka yang bergelar S-2 pasti menjadi pilihan utama ketimbang orang yang hanya berlatar pendidikan S-1. Banyak faktor dan alasan perusahaan lebih memilih sarjana S-2 ketimbang “hanya” berbekal ijazah S-1.

“Gelar S-2, terutama S-2 bisnis, memiliki kemampuan manajemen yang baik, dan sekarang perusahaan membutuhkan tak hanya orang kuat di bidang teknik, tapi juga kemampuan manajemennya,” jelas Firdaus Alamsjah, Executive Dean Binus Business School kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Firdaus menambahkan, banyak perusahaan membutuhkan SDM S-2 dengan kemampuan leadership yang baik. Meningkatnya ekonomi di Indonesia juga menjadi salah satu faktor SDM S-2 menjadi idaman banyak perusahaan.

Dengan fenomena itu, sekolah bisnis manajemen kemudian menjadi tempat terbaik untuk bisa mendapatkan kemampuan tersebut. Orang-orang berlatar belakang S-2 bisnis manajemen diyakini mampu memiliki kemampuan manajerial yang baik untuk mengakomodasi jalannya sebuah perusahaan.

Tiga program magister

Salah satu sekolah bisnis manajemen yang berkonsentrasi dengan kebutuhan tersebut adalah BINUS Business School (BBS). Keinginan mereka adalah memenuhi hasrat para fresh graduate yang ingin belajar manajemen di tengah euforia mereka setelah lulus S-1.

“Segmentasi atau pasar yang mau dituju adalah orang yang baru lulus. Kebanyakan dari mereka yang sudah lulus itu justru banyak dari program studi nonmanajemen,” ujar Firdaus.

Firdaus juga menambahkan bahwa, sarjana (S-1) yang melanjutkan pendidikan S-2 di sekolah ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan manajerialnya. Mereka berupaya menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri mereka dengan mengambil S-2 bisnis manajemen.

Ada tiga pilihan program studi di sini. Masing-masing program studi tersebut dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan dan kesiapan mahasiswanya.

1314544binus0542780x390
Program studi MM (Master Magister) Profesional Muda mengincar sarjana-sarjana S-1 yang baru lulus dan memiliki hasrat kuat untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuannya

Pertama, MM (Master Magister) Profesional Muda. Program studi ini mengincar sarjana-sarjana S-1 yang baru lulus dan memiliki hasrat kuat untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuannya.

“Program ini sesuai dengan anak muda, orang yang baru lulus, semangatnya tinggi, mau cepat maju dibandingkan teman-temannya yang masih menikmati enaknya baru lulus kuliah,” ujar Firdaus.

Program MM Profesional Muda memberikan dua pilihan jurusan, yakni bisnis manajemen dan creative marketing. Jurusan bisnis manajemen ini menawarkan pemahaman teori manajemen dan pengaplikasiannya di dunia bisnis.

Sementara itu, BBS melalui creative marketing MM Profesional muda mencoba memberikan program pemasaran yang praktis dan kompetitif. Untuk mencapai itu semua, mereka telah menerapkan berbagai bentuk inovasi serta kreasi dalam kurikulumnya.

Kedua adalah program MM Profesional. Program S-2 ini membidik para middle manager yang tengah belajar pengelolaan manajerial antara atasan dan bawahannya.

Middle manager itu kan biasanya punya atasan, juga punya bawahan yang banyak. Nah, mereka ini menjadi jembatan, mau ke bawah bahasanya beda, ke atas juga pasti bahasanya beda,” jelas Firdaus.

Adapun program MM Profesional, lanjut Firdaus, memberikan persiapan yang lebih matang bagi para middle manager tersebut melalui dua jurusan, yakni applied finance dan bisnis manajemen.
Program ini memiliki kurikulum seimbang antara teori dan praktis, serta dibuat sesuai dengan konteks di Indonesia. Selain itu, program studi tersebut juga memberikan seminar dari CEO, CFO, dan CMO perusahaan di Indonesia. Kualitas tinggi dari program ini juga terlihat dari akreditasi ‘A’ yang diberikan oleh BAN-PT.

Terakhir, lanjut Firdaus, adaalah Program MM Eksekutif BINUS Business School. Program magister ini menyasar orang-orang di level tinggi perusahaan.

“MM Eksekutif untuk mereka yang berada di level senior, yang memimpin korporasi. Walaupun dia bukan CEO, mungkin diasomewhere in between to be leader,” papar Firdaus.

Pria berkacamata itu juga menambahkan bahwa tenaga pengajar yang digunakan pun tidak bisa main-main. Ada para CEO, mantan CEO, atau pemimpin perusahaan untuk mengajar para eksekutif di program magister ini.

“Dosen-dosen di level ini dari mantan direktur utama Pertamina, mantan direktur utama ARCO, lalu ada mantan dirut Jamsostek, Iwan Poncowinoto. Jadi, para mahasiswa yang kuat di lapangan itu makin mendapat framework ilmu dari dosen-dosen tersebut,” jelas Firdaus.

Pengalaman dan ilmu dari para dosen yang notabene pernah menjadi top level executive di beberapa perusahaan ternama itu menjadi kelebihan program MM Eksekutif ini. Enaknya, ketiga program magister tersebut mengambil waktu kuliah di sore hari dan lokasi yang sama, yakni di Kampus BBS JWC Senayan. Jika MM Profesional Muda dan Profesional kuliah di hari Senin-Jumat, MM Eksekutif mengambil waktu kuliah hanya di hari Sabtu.