stat counter Wanita di Kota Ini “Haus” Laki-Laki | Aceh Online Magazine

Wanita di Kota Ini “Haus” Laki-Laki

Para wanita di Noiva do Corderio, Brasil (Facebook/Noiva do Corderio Community)

Para wanita di Noiva do Corderio, Brasil (Facebook/Noiva do Corderio Community)

Atjehcyber.com – Pria, bila Anda merasa belum menemukan jodoh yang serasi, mungkin Anda harus mengunjungi Noiva do Corderio.

Kota kecil di pinggiran Brasil, tepatnya di perbukitan Belo Vale, tersebut, penghuninya hampir seluruhnya perempuan. Karena itu, wajar saja bila Noiva do Corderio dijuluki sebagai surga dunia.

Penduduknya, yang hanya berjumlah sekitar 600 jiwa, hampir semuanya perempuan, dalam berbagai usia. Para pria yang tinggal di kota tersebut, umumnya sudah menikah atau bekerja di luar kota, sehingga hanya tersisa para wanita yang bekerja di ladang dan mengurus rumah.

Imbasnya, Noiva do Corderio bagaikan desa Amazon modern, dimana para wanita berkuasa.

“Kami percaya, banyak hal besar yang bisa dicapai kaum wanita dan kami melakukannya lebih baik dari kaum pria,” ujar salah satu penduduk Noiva do Corderio, Rosalee Fernandes (49), dilansir Oddity Central. Dia menilai, Noiva do Corderio bersih dan tertata, serta sangat harmonis.

Lebih lanjut, Rosalee mengutarakan cara hidup warga Noiva do Corderio. “Kami berbagi pekerjaaan dan mengerjakannya bersama-sama. Tidak ada kompetisi di sini. Kami memegang prinsip satu untuk semua, semua untuk satu,” tuturnya.

Jika ada konflik, misalnya, dua warga yang bertengkar, mereka akan berkumpul di balai kota dan mencari solusi bersama.

“Hidup sangat menyenangkan di Noiva do Corderio. Kami bisa bergosip sembari bekerja, bahkan saling mengecat kuku dan merawat rambut,” sambung Rosalee.

Asal mula

Noiva do Corderio dibangun pada akhir abad ke-19, ketika seorang wanita bernama Maria Senhorinha de Lima meninggalkan suami yang terpaksa dia nikahi. Maria memilih kabur dengan kekasihnya. Dia dianggap pelacur dan diusir dari kota.

Beberapa tahun kemudian, beberapa wanita lain mencari Maria dan memilih tinggal bersamanya. Mereka pun membangun sebuah desa yang seluruh penduduknya perempuan.

Noiva do Corderio bertahan hingga hari ini. Begitupun dengan peraturan kota tanpa laki-laki. Kaum pria yang datang dan menikahi wanita Noiva do Corderio, pada akhirnya harus mencari pekerjaan di kota lain dan hanya berkunjung di akhir minggu.

Bagi para perempuan lajang di Noiva do Corderio, tentu saja itu adalah kabar buruk. “Para laki-laki yang kami kenal di sini sudah menikah atau saudara. Semua orang adalah sepupu,” ujar Nelma Fernandes (23).

Nelma dan teman-teman sebayanya, bermimpi untuk jatuh cinta dan menikahi pria idaman. “Tapi itu berarti kami harus meninggalkan kota dan kami tidak ingin melakukannya,” kata Nelma.

Mengatasi hal tersebut, tetua Noiva do Corderio mengajukan syarat khusus. Para pria lajang diundang datang ke kota Noiva do Corderio dan jika mereka setuju dengan syarat hidup yang berlaku di sana, mereka diperbolehkan tinggal./Viva