stat counter Abu Sumatera Dijerat Pasal Berlapis | Aceh Online Magazine

Abu Sumatera Dijerat Pasal Berlapis

Pengibaran Bendera ASNLF di Luar Negeri (c) Google Image

Pengibaran Bendera ASNLF di Luar Negeri (c) Google Image

Atjehcyber.com – Penyidik Polres Lhokseumawe untuk sementara ini telah menjerat Rasyidin (35) alias Abu Sumatera dengan pasal berlapis yaitu pasal 187 KUHP dan pasal 335 KUHP.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto, melalui Kasat Reskrim AKP Decky Hendra Wijaya, Selasa (9/9) menjelaskan, untuk pasal 187 KUHP terkait kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum manusia atau barang, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. “Pasal ini terkait upaya percobaan pembakaran yang dilakukan Abu Sumatara di sejumlah lokasi,” jelasnya.

Satu lagi, pasal 335 KUHP, yakni terkait perbuatan tidak menyenangkan. Di pasal ini tersangka diancam hukuman satu tahun penjara. “Jadi sementara ini Abu Sumatera hanya dijerat dengan kedua pasal tersebut, sambil kita kembangkan ke persoalan lainnya, termasuk aksi dia yang juga telah mengakui pernah membakar bendera RI. Walaupun sejauh ini kita belum mendapatkan keterangan apa maksud dan tujuan tersangka melakukan aksi pembakaran bendera,” kata AKP Decky.

Di samping itu, sebut Decky, berdasarkan keterangan tersangka, selama ini, pascakabur dari LP pada 2012, Abu Sumatera tetap tinggal di desanya yakni Desa Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, walaupun statusnya adalah buron. “Sedangkan perkembangan lainnya, kalau dia melakukan pengancaman ataupun melakukan aksi lainya, hanya mencari uang untuk kebutuhan pribadinya,” demikian AKP Decky.

Seperti diketahui, tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dan Satuan Intelkam Polres Lhokseumawe, Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.30 WIB, meringkus Rasyidin (35) alias Abu Sumatera setelah menembak kedua kakinya. Pria yang selama ini mengaku sebagai Juru Bicara Atjeh Sumatra National Liberation Front (ASLNF) itu, dibekuk karena melakukan serangkaian kejahatan di wilayah hukum Lhokseumawe, baik berupa pengancaman, upaya percobaan pembakaran rumah, hingga pembakaran bendera RI.(bah/serambi)