stat counter Abu Sumatera Ditangkap, Ini Tanggapan ASNLF | Aceh Online Magazine

Abu Sumatera Ditangkap, Ini Tanggapan ASNLF

bendera-gam1

Atjehcyber.com – Kasus penangkapan Abu Sumatera awal September lalu, ditanggapi oleh pihak Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) Koordinator Aceh. Mereka mengklaim bahwa penangkapan tersebut sebagai rekayasa dan fitnah yang merugikan Abu Sumatera dan perjuangan ASNLF. Baca (Jubir “ASNLF” di Ringkus Aparat Kepolisian Lhokseumawe)

Dalam rilis resmi yang mengatasnamakan Teungku Agam dan menyebut dirinya sebagai Koordinator ASNLF Aceh, Minggu (14/9) kemarin, antara lain dinyatakan bahwa tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada Abu Sumatera, seperti pemerasan terhadap Kepala SMK Negeri 6 Lhokseumawe, percobaan membakar rumah salah seorang anggota DPRK setempat, dan lain-lain, sama sekali tidak benar.

Menurut Teungku Agam, hal itu jelas merupakan fitnah serta rekayasa untuk mendiskreditkan perjuangan kemerdekaan Aceh sebagaimana diyakini Abu Sumatera.Baca (Abu Sumatera Dijerat Pasal Berlapis)

Tentang aksi penurunan bendera Merah Putih dan penaikan bendera Bintang Bulan pada pertengahan tahun ini memang diakui oleh Abu Sumatera. “Itu merupakan hak legal bangsa Aceh dalam mempertahankan kedaulatan negara Aceh,” tulis Teungku Agam dalam rilisnya yang diterima Serambi kemarin.

Selain itu, Tgk Agam menilai, pemberitaan media-media mengenai kasus tersebut terdapat kejanggalan yang sangat merugikan pribadiAbu Sumatera. Tengku Agam mengklaim, sebagian besar informasi yang disiarkan itu sangat berbau fitnah.

“Itu sengaja diskenariokan untuk membentuk opini publik sehingga dengan sendirinya imej pribadi Abu Sumatera dan sekaligus organisasi ASNLF menjadi tercoreng,” katanya.

Selain itu, Tgk Agam menuduh pihak Kepolisian Indonesia telah bertindak sewenang-wenang dalam proses penangkapan Abu Sumatera. Dia mengklaim bahwa aparat telah menembak kaki Abu Sumatera. Padahal, katanya, korban tidak memiliki senjata, tidak melawan, dan tidak pula dalam usaha melarikan diri.

Perihal penemuan pistol, Tgk Agam mengatakan itu merupakan justifikasi akal-akalan atas penembakan tersebut. Pihak ASNLF menyebut punya sumber-sumber terpercaya yang melaporkan bahwa  dalam proses interogasi, Abu Sumatera mengalami penyiksaan, penekanan, dan ancaman oleh aparat penyidik, agar mengakui semua tuduhan dan fitnah tersebut.

Dalam rilis kemarin Tgk Agam menulis pula sebagai berikut, “Adapun pasal-pasal yang dituduhkan terhadap Abu Sumatera, tidak logis dan hanya rekayasa pihak aparat penjajah untuk meng kriminalisasi aksi-aksi yang sebenarnya bermotif politik. Seperti lazim terjadi, pihak keamanan selalu mengaitkan aktivitas yang bernuansa politik dengan narkoba atau bisnis-bisnis haram lainnya.”

Seterusnya rilis tersebut menunjuk beberapa kasus yang telah lalu yang menurut kalangan ini adalah rekayasa aparat Indonesia.

Tgk Agam juga mengatakan sangat mengkhawatirkan keadaan Abu Sumatera di dalam tahanan, di mana menurutnya, aparat kerap melakukan cara-cara yang melanggar hak-hak asasi manusia untuk mendapatkan informasi dari korban. “Kami akan terus mengikuti perkembangan perkara ini setiap saat,” tulis Tgk Agam dalam siaran persnya. (SerambiNews)