stat counter Aula dan Ainul, Raja dan Ratu Baca Aceh 2014 | Aceh Online Magazine

Aula dan Ainul, Raja dan Ratu Baca Aceh 2014

Aula Andika Fikrullah Al Balad (21) dan Ainul Mardhiah (24) Sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh 2014.

Aula Andika Fikrullah Al Balad (21) dan Ainul Mardhiah (24) Sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh 2014.

Atjehcyber.c0mAula Andika Fikrullah Al Balad (21) dan Ainul Mardhiah (24), dinobatkan sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh 2014, dalam satu acara Road Show Perpustakaan Nasional yang berlangsung di Komplek Perpustakaan Wilayah Aceh, di Banda Aceh, Kamis (11/9) lalu.

Keduanya terpilih setelah menyingkirkan 90 peserta lainnya melalui satu proses seleksi yang berlangsung ketat oleh panitia dari Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh. Penobatan mereka ditandai dengan pemakaian selempang bertuliskan Raja Baca Aceh 2014 dan Ratu Baca Aceh 2014, pemberian sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 5 juta.

Proses seleksi hingga Aula dan Ainul terpilih dan dinobatkan sebagai Raja dan Ratu Baca Aceh 2014, antara lain dimulai dari pengumpulan berkas, ujian tulis, tes bahasa Inggris dan wawancara yang juga menggunakan bahasa internasional. Selain itu, para peserta wajib mencantumkan jumlah dan judul buku yang pernah dibacanya.

Aula yang terpilih dan dinobatkan sebagai Raja Baca Aceh 2014 adalah seorang putra berasal dari Gampong Lampasi Engking, Darul Imarah, Aceh Besar. Putra bungsu dari pasangan Ridwan Kr. Is (alm) dan Siti Narimah ini sekarang tercatat sebagai Mahasiswa semester 7 jurusan Pendidikan Fisika, FKIP Unsyiah, Banda Aceh.

Aula terbilang seorang mahasiswa yang mempunyai segudang aktivitas. Selain sebagai Raja Baca Aceh 2014 yang baru diraihnya, ia juga pernah menjadi runner up Mahasiswa Berprestasi FKIP Unsyiah (2014), mewakili Aceh pada acara Indonesia Youth Forum di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan menjadi delegasi pada kegiatan Indonesia Leadership Camp Nusantara Leadership di Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Baginya, prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan yang berhasil ia persembahkan bagi keluarga dan orang yang dicintainya. “Ya ini prestasi sangat membanggakan, keluarga saya juga sangat bangga dengan prestasi yang saya raih ini,” kata Aula kepada Serambi saat diwawancarai di Perpustakan Wilayah Aceh, Banda Aceh, Sabtu (13/9) kemarin.

Aula mengaku dilahirkan dalam keluarga yang sangat sederhana. Ibunya tidak pernah mengenyam bangku sekolah dan kini menjadi pedagang sayur. Saban hari, aku Aula, rutinitasnya selain belajar di kampus juga ikut membantu ibunya berjualan di pasar. “Setiap hari bantu ibu, antar dan jemput ibu ke pasar,” katanya.

Sementara itu, Ainul Mardhiah yang menjadi Ratu Baca Aceh 2014, lahir pada 9 Oktober 1990 di Panton Labu, Aceh Utara. Sebagaimana halnya Aula, Ainul juga merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara. Putri pasangan H Nurdin (alm) dan Hj Nursiah ini, sekarang tercatat sebagai Mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Biologi di Unsyiah, Banda Aceh.

Ainul mengaku persaingan dalam pemilihan itu sangat ketat dan selektif sekali. Ia sempat kurang pede ketika melihat para peserta lain yang semuanya sangat hebat. “Pertama waktu daftar saya lihat peserta lain, semuanya hebat. Saya sempat kurang percaya diri. Tapi berkat usaha dan belajar selama tes satu bulan ini, alhamdulillah saya terpilih,” kata Ainul.

Kegemaran membaca, menurut Ainul, diwariskan dari sang ayah yang kini telah almarhum. Ia bisa ‘melahap’ sampai 10 buku dalam satu hari. “Satu hari itu, lima sampai sepuluh buku saya baca. Saya suka membaca cepat, tidak semuanya saya baca, beberapa bab saja karena nanti saya ulang lagi membacanya dari awal,” ujar Ainul yang kini juga menjadi aktivis Walhi Aceh.

Ainul telah meraih berbagai prestasi sejak duduk di bangku kuliah, ia pernah menjadi Penerima Anugerah Riset Sobat Bumi pada tahun lalu. Baru baru ini ia juga menjadi perwakilan Indonesia pada acara Caretakers of Environmental International (CEI) di Taiwan. Juara menulis dan juara membaca puisi juga sering disabet Ainul selama ini.

Mendapat penghargaan ini, bagi Ainul adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Penobatan tersebut, sebut Ainul, akan ia jaga dengan baik dan mengaplikasikannya ke masyarakat. “Kami sudah punya rencana ke depan, kita akan berusaha untuk membuat sebuah komunitas minat membaca di Banda Aceh,” ujarnya.(serambinews)