Home Nanggroe Bupati Bireuen Ambil Alih Tanah Pembangunan Bank Aceh

Bupati Bireuen Ambil Alih Tanah Pembangunan Bank Aceh

825
0
SHARE

Rencana-Pembangunan-kantor-Bank-Aceh

Atjehcyber.comBupati Bireuen H Ruslan M Daud mengambil alih tanah pembangunan Kantor Bank Aceh, karena tak kunjung direalisasikan.

“Daripada kondisinya kumuh seperti sekarang, lebih baik Pemkab Bireuen membeli kembali tanah eks terminal bus itu dari Bank Aceh,” kata Bupati melalui Kabag Humas Setdakab Bireuen Farhan Husein di Bireuen, kemarin.

Kebijakan itu dilakukan, sebab sudah berulang kali manajemen Bank Aceh berjanji segera membangun gedung kantor cabang di tanah yang terletak di pusat Kota Bireuen dan lintasan nasional itu, tetapi hingga berbilang tahun tidak dilaksanakan.

“Pemkab Bireuen juga meninjau kembali penyertaan modal (saham-) di Bank Aceh, terlebih keberadaan Bank Aceh di Kabupaten Bireuen tidak menguntungkan masyarakat Bireuen, kecuali PNS dan pengusaha,” ucapnya.

Bahkan, buntut kekecewaan tersebut, Bupati H Ruslan M Daud tak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh di Banda Aceh. Bupati Bireuen selama ini menerima banyak masukan dan desakan dari masyarakat.

Kebijakan Bupati Bireuen itu didukung Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad SE. Dia menyatakan turut kecewa dengan berlarut-larutnya pembangunan gedung kantor Bank Aceh sebab membuat kawasan kota kumuh.

“Secara lembaga, DPR Kabupaten Bireuen berulang kali memberi masukan kepada Bupati Bireuen untuk tidak segan mengambil alih tanah itu sebab janji yang diucapkan petinggi Bank Aceh tak direalisasikan,” katanya.

Kondisi yang kini kumuh sangat mengganggu pemadangan. Terlebih dalam Qanun Tata Ruang seharusnya di tanah itu berdiri bangunan. Ridwan mendukung langkah Bupati Bireuen mengambil alih tanah tersebut sesuai dengan aturan.

Kepala Bank Aceh Cabang Bireuen Iskandar menjelaskan akhir tahun 2014, Direksi Bank Aceh di Banda Aceh telah mengirimkan surat kepadanya dengan tembusan kepada Gubernur Aceh, DPR Kabupaten Bireuen dan Bupati Bireuen.

“Surat itu pada intinya menyebutkan proyek pembangunan gedung Bank Aceh Cabang Bireuen akan segera dilelang dan dimulai pembangunan pada Maret 2015. Jika melewati Maret, maka isi surat itu dapat dipertanyakan,” ujar Iskandar.

Dia mengatakan pembangunan gedung Bank Aceh cabang Bireuen sudah masuk dalam rencana kerja di tingkat pusat, jadi sangat mungkin untuk dilakukan pembangunan. Dia harapkan semua pihak bersabar menunggu.

Sebagai catatan, dulunya tanah itu lokasi terminal bus antar kabupaten. Sekitar 2009 aset Pemkab Bireuen itu dijual kepada Bank Aceh. Sebagian hasil pembayaran itu untuk penyertaan modal Pemkab Bireuen di Bank Aceh.

Sumber: Waspada.co.id